by

Polisi Ungkap Kasus Narkotika Jenis Biji Coca

Jakarta, JNcom – Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kasus Narkotika jenis Coca yaitu tanaman biji coca yang diekspor keluar negeri.

Kombes Pol E. ZULPAN S.L.K. M.Si. selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan bahwa Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Bea dan Cukai berhasil menggagalkan ekspor biji tanaman Coca, serta menangkap tersangka SDS (51).

“Barang bukti yang diamankan berupa 1.200 biji Coca (dalam toples), 3 pohon tanaman Coca, Boneka Finger Puppet (sebagai modus/sarana kamuflase pengiriman biji Coca), 1 paket biji Coca yang di retur dari Republik Ceko,” ujarnya dalam keterangannya yang disampaikan di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jumat (5/8/2022) sore.

Disampaikannya bahwa modus operandinya, barang bukti tersebut dikamuftasekan dalam boneka Finger Puppet dan pengiriman melalui jasa pengiriman paket.

“Berawal informasi dari Bea & Cukai Bandara Soekarno Hatta, adanya paket pengiriman barang Reture (pengembalian barang dari pihak pembeli kepada pihak penjual) yang mencurigakan berasal dari Rep. Ceko. Paket tersebut sebuah boneka kecil (Finger Puppet) yang didalamnya berisi biji-bijian tanaman. Setelah diperiksa di laboratorium Bea dan Cukai ternyata biji-bijian tersebut adalah biji Coca yang mengandung narkotika jenis kokain,” ujarnya.

“Dari hasil lab tersebut selanjutnya tim Bea & Cukai menghubungi Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba untuk dilakukan penyelidikan dengan mengawal pengiriman paket barang reture ke pihak penjual/pengirim. Paket tersebut tercatat sebagai penjual/pengirim a.n SDS beralamat di Perumahan Green Valley Residence Blok E No.34 RT.07 RW.01 Pasir Layung Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung,” imbuhnya.

“Pada Senin, 1 Agustus 2022 pukul 21.00 WIB Anggota unit 2 Subdit 3 dipimpin Kanit 2 Sub 3 Kompol Fandi Arisca S.l.K. bersama tim dari Bea Cukai berhasil mengamankan tersangka SDS di rumah tersangka berserta barang bukti diantaranya 200 biji Coca, 3 pohon tanaman Coca dan bebrapa Boneka Finger Puppet yang digunakan untuk kamuflase modus pengiriman biji Coca,” ucapnya.

Lebih lanjut Zulfan mengatakan, tersangka dalam menjual dan mengirim biji-biji coca tersebut melalui website www.dbotan.com (website dibuat sendiri), dengan cara: pembeli di luar negeri setelah melihat gambar foto biji-biji di website dan deal untuk membeli, selanjutnya pembeli memesan biji Coca melalui email tersangka dbotany@gmail.com. Pembayarannya dengan Bitcoin (mata uang digital) yang ditransfer ke rekening tersangka. Harga 1 paket berisi 25 biji Coca USD40.

Dalam sebulan tersangka bisa mengirim 5 sampai 7 kali pengiriman biji-biji coca melalui DHL atau via Pos ke USA, Eropa, Australia, Rep. Ceko.

Tersangka dikenakan Pasal 114 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,09 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Pasal 113 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah):

Pasal 111, UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah). (Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed