by

Rumah KitaB Gelas Diskusi Bahas Hak Perempuan Bekerja

Bekasi, JNcom – Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) didukung Investing In Women mengadakan kegiatan Forum Diskusi Para Pihak dalam Mendukung Hak Perempuan Bisa Bekerja, Kamis (4/8/2022), di Hotel Harris Komplek Summarecon Kota Bekasi.

Kegiatan ini memfasilitasi diskusi multi stakeholders di Bekasi dalam memecah problem dan tantangan dalam pemenuhan hak perempuan bekerja. Kegiatan dihadiri multi stakeholder dari empat sektor, yaitu pemerintah dan DPRD, Dunia Usaha dan Serikat Pekerja, Organisasi Keagamaan, Media.

Dari pihak Pemerintah dan DPRD, dihadiri oleh KPUD Kota Bekasi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi, Dinas PPPA Kabupaten Bekasi, Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Dinas Sosial Kota Bekasi, Kementerian Agama Kota Bekasi, Ketua PERADI Otto Hasibuan Kota Bekasi.

Sementara Kluster Dunia Usaha dihadiri Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi, FSBPI (Forum Serikat Buruh Persatuan Indonesia), Kelompok Usaha Al-Mughni Sa’diyah, PT. Go Trans Internasional, dan beberapa enterpreneur.

Kluster Keagamaan dihadiri anggota DMI (Dewan Masjid Indonesia) Bekasi, Ketua Muslimat Kabupaten Bekasi, Lembaga Bahsul Masail (LBM) Kabupaten Bekasi, PC Fatayat Kota Bekasi, para Penyuluh Agama perempuan dari KUA Medan Satria, Penyuluh KUA Rawa Lumbu, KUA Pondok Melati, Pesantren YAPINK, INISA.
Kluster media dihadiri oleh mediapatriot.com.

Di antara hambatan utama perempuan bekerja yang mengemuka dalam diskusi yaitu stigma sosial yang menghambat di ruang kerja yang muncul di kalangan perempuan sendiri, misalnya pekerja laki-laki mendukung perempuan pekerja membawa serta anak mereka yang masih balita, namun pekerja perempuan yang berada di dalam lingkungan kerja justru tidak mendukung pekerja perempuan membawa serta anak mereka.

Problem lainnya yaitu lemahnya dukungan kelompok agama terhadap komunitas perempuan, lemahnya kesadaran pemerintah dalam melihat dan mendengarkan aspirasi-aspirasi kaum buruh, lemahnya implementasi UU ketanagakerjaan, kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan pekerja, tidak adanya infrastruktur pendukung perempuan pekerja, misalnya ruang bermain anak di tempat kerja, dan tidak adanya ruang laktasi, juga rumitnya prosedur cuti haid dan cuti hamil di ruang kerja terutama di sektor industri.

Beberapa bentuk usulan dukungan yang diusulkan para peserta yaitu sosialisasi regulasi ketenagakerjaan di berbagai sektor misalnya di sektor serikat kerja, masyarakat, komunitas keagamaan, dan dunia usaha. Dukungan lainnya yaitu keaktifan Dinas PPPA di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dalam memberikan instruksi dan permintaan kepada kelompok dunia usaha untuk menghadirkan kebutuhan-kebutuhan pendukung pekerja perempuan, termasuk infrastruktur ramah perempuan, dukungan anggaran yang berpihak pada pekerja perempuan.

Para peserta menyepakati kerja-kerja kolaborasi lintas sektor amat penting dalam mendiskusikan berbagai problem keagamaan, problem hukum, problem sosial, dan lainnya. Bang Danil dari Mediapatriot.com menyampaikan bahwa Rumah KitaB sudah mengawali kerja-kerja kolaborasi lintas sektor dalam mendukung perempuan bekerja, yang paling penting adalah melanjutkan upaya komunikasi lintas sektor yang selalu terhubung mendialogkan banyak persoalan pekerja perempuan. Dan mediapatriot.com akan senantiasa memberitakan berbagai kegiatan yang berkontribusi penting dalam mendukung pekerja perempuan. (Ine)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed