by

Ketua Bidang Inkoppas Apresiasi Menteri Perdagangan Temui Pendemo Para Pedagang Pasar

Jakarta, JNcom – Adrian Lame Muhar selaku Ketua bidang Inkoppas (Induk Koperasi Pasar) mengatakan bahwa yang dibahas dalam agenda rapat hari ini dimana Inkoppas diundang Kementerian Perekonomian, beserta kementerian lain seperti Kementerian Koperasi dan UMKM, LPDB, kemudian ada beberapa bank antara lain Bank BNI, BRI, Mandiri beserta direkturnya. Kemudian juga ada Kementerian Perdagangan via zoom.

“Kami Inkopas diundang untuk berdiskusi dengan Kementerian Perekonomian terkait permasalahan masalah permodalan untuk koperasi,” ujar Lame, sapaan akrabnya Ketua Bidang Inkoppas saat dijumpai media JNcom di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Dikatakan Lame, Bagaimana cara agar permodalan di koperasi itu mudah, khususnya di koperasi pedagang pasar dan inkoppas terlibat dalam mengatur pendistribusian bantuan ke Koppas-Koppas dan ke anggotanya.

“Kemudian juga dibahas di Menteri Perekonomian masalah teknis tata cara mendapatkan pinjaman baik LPDB maupun bank untuk membantu Inkoppas dalam menyalurkan ke anggotannya baik di koppas-koppas maupun anggota para pedagang pasar,” ucapnya.

Menurut Lame, membicarakan terkait regulasi, Inkoppas meminta supaya pemerintah mempermudah regulasi untuk bantuan modal pedagang pasar kami dan anggota-anggota, kami pedagang pasar di bawah supaya tidak dipersulit untuk mengajukan pinjaman baik LPDB maupun dana kur yang ada di bank bank Himbara.

“Mudah-mudahan banyak mendapatkan masukan dari kami untuk Kementerian Perekonomian dan memasukkan juga buat kami apa yang harus kalian perbaiki. Kami juga kasih masukan di Kemenkop supaya koperasi koperasi kami yang bermasalah itu harus disehatkan agar koperasi koperasi itu bisa berjalan dengan baik khususnya di Koppas koppas kami,” terang Lame.

Lebih lanjut Lame mengungkapkan,
Koperasi itu kan seperti perusahaan, koperasi mungkin ada yang sehat sehat saja, ada koperasi yang mungkin bermasalah dengan anggotanya ataupun dari segi keuangannya.
Koperasi itu kan soko guru ekonomi di negeri kita, jadi koperasi itu tugas negara membantu untuk menyehatkan.

“Beda sama perusahaan, kalau perusahaan itu kan jelek buruk kan di amputasi, gitu kan. Tapi kalau koperasi tidak, karena ada anggota anggota yang harus hidup dan harus sejahtera di dalamnya,” terangnya.

“Mudah-mudahan pemerintah dengan serius membantu kopas-kopas kami yang sedang sakit untuk disehatan,” pungkasnya.

“Adanya demo tadi pagi di Kementerian Perdagangan, saya sudah mendapatkan info dari koppas koppas kalau mereka akan menjalankan aksi damai tanggal 22 jam 9.00 pagi sampai jam 11.00 WIB. Kebetulan tadinya mau seluruh koppas seluruh Indonesia, tetapi ya kita bilang dari Inkoppas juga ada acara di Kemenkop sehingga yang tadi turun aksi damai Inkoppas DKI dan sudah dapat restu dari kami, tadi mereka turun dengan aksi damai,” imbuhnya.

“Alhamdulillah diterima Menteri, Pak Mendag tadi menerima dan berjanji ingin mengundang makan 300 pedagang Koppas Koppas DKI sambil berdiskusi,” tandasnya.

“Dan saya pun sebagai Ketua antara lain sudah dihubungi oleh staf Kemendag bahwa Insya Allah 2 minggu dari sekarang kami dari Inkoppas juga Puskoppas puskoppas kami seperti Puskoppas DKI juga Puskoppas lainnya diundang audiensi oleh Pak Mendag Zuklkifli Hasan, mudah-mudahan di minggu kedua lah setelah hari ini,” tuturnya.

“Kita ingin membicarakan masalah tadi kan tuntutan membicarakan masalah stabilitas harga sembako yang sekarang sedang naik tajam,” jelasnya.

Lebih jauh diungkapkan Lame, Sekarang ini para pedagang kami sangat kesulitan menjual barang-barang sembako karena harganya kan terlalu tinggi, sehingga konsumen-konsumen itu juga jadi menurun, jadi berhemat mereka. Jadi para pedagang kami mulai menurun omsetnya, rasanya itu mau minta tolong ke Kemendag bagaimana caranya supaya harga-harga sembako ini bisa ditekan, supaya normal kembali atau sesuai dengan kekuatan daya beli masyarakat sehingga masyarakat sanggup membeli apa yang dijual di pasar-pasar kami. Itu saja tuntutan kami, masalah stabilitas harga sih.

Kemudian jangan sampai ada kelangkaan tersebut kembali seperti minyak goreng dan sebagainya. Cuman tadi kami sudah merestui yang turun ke jalan itu hanya Inkoppas DKI saja.

Kami memberikan ultimatim ke Kemendag juga ber WA dengan Pak Mendag dalam waktu dekat ini dua Minggu dari sekarang itu harus ada audiensi dan harus ada langkah langkah konkret dari Kementerian Perdagangan.

Pak Menteri pasti bekerja dengan berusaha sekuat mungkin untuk bekerja, tapi kita sangat berharap supaya lebih cepat lagi karena kan ini namanya pedagang kan is nothing tolous perut perut mereka sudah lapar gitu kan karena ibaratnya ini demo pemanasan kita lah setelah sekian lama nggak demo nih

Nah jadi ibaratnya mereka itu omsetnya turun gegara harga-harga sembako sangat tinggi seperti itu, jadi mereka coba untuk mengadukan nasib kita semua ke pak Mendag.

Saya tidak bilang seperti itu kalau tidak terealisasi 2 minggu akan ada demo kembali. Nanti kita lihat koordinasinya baik di Koppas koppas kami maupun dari kami sendiri induknya kita lihat bagaimana gerakan dari Kementerian Perdagangan. Kalau saya rasa gerakannya positif dan kami setelah audiensi mendapatkan arah-arah yang baik yang kemungkinan besar ya kami tidak akan turun lagi seperti itu kan, kita berharap seperti itu.

Tapi kalau menurut kami, waduuh ini semakin jauh dari harapan kami, ya bisa jadi para pedagang pedagang kami malah akan lebih banyak yang akan turun, bisa jadi seperti itu.

Saya sangat apresiasi Pak Mendag itu hadir kemudian turun bertemu kawan-kawan pedagang saya sangat apresiasitif. Bagus sekali tindakan beliau sangat bagus gitu kan di sela-sela kesibukan beliau masih mau menyapa para pedagang kami. Tinggal kita lihat kerjanya. Kata beliau saja karena beliau juga baru naikkan, ingin membersihkan semua pe-er, pekerjaan rumah terdahulu kan. Jadi kita lihat kinerja beliau seperti apa.

Kita apresiasi, mantap sekali Mendag yang baru ini. Mudah mudahan Insya Allah ini bisa membawa angin segar buat harga-harga sembako ini semakin terjangkau.

Mengenai tuntutan, kami sangat berharap karena ini kan sudah sangat tajam ya masalah harga sembako. Ini kan sudah tidak stabil, sekarang harga cabai saja sudah Rp.130ribu Lee kilogram, kemudian belum lagi harga bawang merah, bawang putih, juga minyak goreng yang sudah kita dengar sendiri kan dan sudah capek dengan minyak goreng yang sangat tinggi sekali.

Kami berharap tindakan nyata dari Kementerian Perdagangan apa tindakan mereka yang mereka lebih tahu karena mereka yang berkuasa. Jadi saya sangat berharapkan tindakan itu benar-benar nyata sehingga bisa membantu para pedagang kami menjual barang-barang sembako itu dengan harga terjangkau sehingga konsumen banyak yang membeli sehingga omset kembali.

Untuk minyak goreng itu memang harapannya per liter Rp.14ribu, walaupun kecil harapan ya karena saya tidak tahu nih masalah apa di produsen. Minyak goreng subsidi itu kan Inkoppas telah menyalurkan kemarin Rp.14.00 perliter. Kami telah menyalurkan ke Jawa Barat Kemudian kami menyalurkan ke DKI juga. Kita dapat dari APIKAL penyalurannya.

Cuman kan tata cara menyalurkan minyak goreng bersubsidi ini terlalu rumit seperti ini. Tata cara distribusi tidak terlau rumit karena kami yang pegang. Kita harus daftar di Menperin, kemudian D2 harus didaftarkan.

Para pedagang kami itu tidak mempunyai NPWP dan tidak tahu cara mendaftarkan secara online. Jadi kerumitan kerumitan ini, Kita di Inkoppas juga pelajari supaya bagaimana hal-hal tersebut juga diskusikan kementerian supaya bisa lebih mudah. Bahkan para pedagang kami berharap minyak goreng bersubsidi masuk sini karena kan enggak pakai syarat syarat seperti itu, kan tinggal mekanisme pasar saja kalau diterima masyarakat tinggal dibeli saja. (Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed