by

Kuasa Hukum Chan Hormati Keputusan JPU

Jakarta, JNcom – Kuasa Hukum Chan Yung Ching, Hotma Raja Bernard Nainggolan mengatakan, menghormati keputusan jaksa penuntut umum (JPU) yang mencabut tuntutan satu tahun penjara terhadap Valencya.

Seperti diketahui, Chan melaporkan Valencya saat mereka masih menjadi suami istri atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena telah memaki-maki dirinya dengan kata kasar, mengusirnya dari rumah dan melarangnya untuk bertemu dengan anak-anaknyanya sendiri

Adapun Valencya membantah telah melakukan KDRT dan mengaku hanya memarahi Chan karena mabuk. Namun Chan menolak alasan tersebut. Karena tidak mungkin sejak kawin tahun 2000 Valencya marahi Chan karena mabuk, lalu Chan baru melaporkan persoalan marah tersebut saat ini. Itu tidak benar. Penyebab Valencya marah dan memaki-maki adalah karena permasalahan keuangan perusahaan bukan disebabkan karena mabuk.

“Kami menghormati keputusan hukum. Mungkin ini menjadi penemuan hukum bahwa mungkin ke depan masalah keluarga itu bisa polisi atau jaksa lebih mengedepankan restorative justice (RJ), bahwa semua orang diusahakan berdamai,” kata Bernard usai mengikuti sidang tuntutan terhadap Chan atas kasus penelentaran dan KDRT secara psikis di Pengadilan Negeri (PN) Karawang yang dilaporkan Valencya, Selasa (23/11/2021).

Bernard mengakui sebenarnya pihak Chan sudah melakukan upaya perdamaian. Bahkan penyidik juga sudah berkali-kali berupaya mengadakan perdamaian di antara pihak Chan dan Valencya. Namun, belum menemui kata sepakat.

“Sebenarnya kami sudah mau melakukan perdamaian, tapi belum juga menemui titik temui di kedua belah pihak karena ada syarat-syarat dan tertunda-tunda terus hingga akhirnya satu tahun satu bulan barulah dilimpahkan ke kejaksaan, baru diteruskan ke pengadilan,” ujar dia.

Chan juga membantah telah melakukan penelantaran. Tuduhan penelantaran itu tidak benar karena beberapa alasan yaitu, pertama Chan diusir dari rumah oleh isterinya. Kedua setelah diusir, Chan ada mengirimkan uang setiap bulan, tapi selalu dikembalikan oleh isterinya. Ketiga, setelah sekitar 2 bulan diusir, Chan ditelepon isterinya diminta membantu proses peminjaman uang sebesar 2 Milyar dari Bank BCA hingga dikabulkan dan dipergunakan seluruhnya oleh isterinya.

Keempat, pada waktu diusir, Chan pergi hanya membawa baju di badan dan 1 buah mobil CRV warna hitam. Sementara 4 buah rumah dan toko bangunan berada dalam penguasaan isternya. Kelima, pada waktu han diusir, isterinya mengelola toko bangunan yang omzetnya sekitar antara 500 juta hingga 1 Milyar perbulan.

Keenam, Chan dilarang bertemu anak-anaknya sehingga tidak dapat mencurahkan kasih sayangnya kepada anak-anak. Ketujuh, Chan tidak pernah diberikan informasi oleh isterinya sehingga tidak mengetahui jika anaknya sakit atau isterinya masuk rumah sakit.
Sebelumnya diberitakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencabut tuntutan satu tahun penjara atas kasus KDRT terhadap Valencya.

“Jaksa agung sebagai jaksa penuntut umum tertinggi negara menarik tuntutan penuntut umum yang telah dibacakan pada hari Kamis, 11 November 2021, terhadap diri terdakwa Valencya alias Nengsy lim anak dari Suryadi,” kata JPU saat membacakan replik atas pleidoi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Selasa (23/11/2021).

Kemudian, jaksa membacakan empat tuntutan. Pertama, menuntut terdakwa Valencya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan secara psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 45 huruf B Undang – Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Kedua, membebaskan Valencya dari segala tuntutan. Ketiga, menyatakan pengembalian barang bukti. Kemudian yang keempat, membebankan biaya perkara kepada negara ( Barley)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed