by

YCAB Foundation jangkau 36.579 Pengusaha Terdampak Covid-19 

Jakarta, JNcom – Berinvestasi pada kegigihan pengusaha muda, kemampuannya untuk bermanuver dalam bisnis, dan solusi digital sangatlah penting untuk mendukung generasi yang masa depan ekonominya terpuruk oleh pandemi Covid-19. Hal ini tertuang dalam laporan baru yang dirilis hari ini oleh jaringan kewirausahaan pemuda global, Youth Business International (YBI).

Dampak ekonomi dari Covid-19 memperburuk krisis pengangguran global yang menyebabkan jutaan anak muda di seluruh dunia berisiko hidup dalam kemiskinan. Sejak awal pandemi Covid-19, 17% anak muda yang sebelumnya bekerja, terpaksa kehilangan pekerjaan. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang dikepalai oleh perempuan, usia muda, etnis minoritas, dan migran, terkena dampak signifikan dari Covid-19 dengan 70-80% menghadapi kesulitan keuangan yang besar.

Di Indonesia, 48,6% setara 31 juta UMKM tutup sementara, dan 30,5% mengalami penurunan permintaan domestik. (ADB, 2020; Badan Pusat Statistik, 2018). Hal ini menjadi masalah khusus bagi pengusaha perempuan, karena 60% UMKM di Indonesia dimiliki perempuan.

Menanggapi hal tersebut, YCAB Foundation mengambil bagian untuk mengimplementasikan bantuan holistik di Indonesia dalam program global yang hingga akhir tahun 2020 telah menjangkau lebih dari 197.000 wirausahawan di 32 negara di EMEA (Eropa, Timur Tengah dan Afrika) dan APAC (Asia-Pasifik).

Program global ini diluncurkan pada April 2020 dengan dukungan sebesar 5 juta dolar Amerika Serikat dari Google.org dan karyawan Google, bersama Youth Business International yang telah berpengalaman selama 20 tahun dalam memberikan dukungan terintegrasi untuk wirausaha muda dan para ahli di jaringan globalnya.

Dengan Covid-19, YCAB Foundation harus berinovasi dalam menyelenggarakan pelatihan secara daring. Oleh karena itu, YCAB Foundation lantas beralih ke pendekatan digital melalui pengembangan sistem pembelajaran pendidikan terintegrasi yang memiliki fitur Chatbot dan Learning Management System (LMS). Perempuan pengusaha UMKM diberikan pelatihan dan sesi pendampingan literasi keuangan dengan topik yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada, mengelola pengeluaran, pasar digital, dan pinjaman usaha, untuk membantu mempertahankan bisnis mereka. Para peserta juga mendapatkan informasi terkait Covid-19, informasi kesehatan, dan manajemen stres. Program ini telah mendukung 36.579 perempuan pengusaha UMKM dan melatih 2.576 perempuan pengusaha UMKM di Indonesia.

Laporan YBI bertajuk – Refocus,  Retool, Reset: Insights from Youth Business International’s Covid-19 Rapid Response & Recovery Programme mencerminkan pengetahuan mendalam dari Rapid Response and Recovery Programme. Hasil lengkap dari program tersebut antara lain: 375.588 pengusaha dijangkau melalui situs web dan video dan 145.738 pengusaha mengakses layanan seperti sesi pelatihan, pendampingan, coaching, klinik bisnis, dan webinar;103.796 bisnis yang didukung oleh YBI berhasil melalui dampak pandemi, dengan mempertahankan 92.803 pekerjaan; 113.016 pengusaha melaporkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bisnis untuk mengelola risiko dan ketidakpastian; 67.895 perempuan pengusaha UMKM yang dikategorikan muda, migran dan pengungsi mengakses pelatihan intensif, pendampingan, dan dukungan konsultasi untuk menyokong mereka beradaptasi dan memperkuat bisnis.

Melalui program ini, YBI telah mengidentifikasi enam faktor penting untuk mendukung ketahanan wirausahawan di masa mendatang sebagai berikut:
Membangun ketahanan emosional untuk mengatasi dampak jangka pendek dan jangka panjang dari pandemi dan guncangan lainnya;
Merangsang dan mendukung poros bisnis yang penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan; Menyediakan solusi digital yang menjanjikan masa depan berkelanjutan; Menciptakan hubungan antara pengusaha dan pelaku sektor swasta untuk meningkatkan keahlian, inovasi, dan teknologi; Memberikan akses pengusaha ke keuangan; Berinvestasi dan  memperluas jangkauan program yang inklusif sepenuhnya.

Veronica Colondam, pendiri dan CEO YCAB Foundation mengungkapkan, Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari inisiatif ini dan memberikan solusi dari persoalan yang dihadapi oleh puluhan ribu perempuan pengusaha UMKM di Indonesia. Segala keterbatasan saat pandemi tidak mematahkan semangat kami untuk terus berinovasi, sehingga bersama-sama kita bisa menumbuhkan generasi tangguh yang terus bertahan bahkan ada yang mampu mengembangkan usahanya selama pandemi. Kami bangga dengan perempuan pengusaha UMKM yang turut memajukan perekonomian Indonesia. Dalam siaran tertulisnya, Senin (22/11/2021).

Anita Tiessen, CEO Youth Business International (YBI) menyampaikan, Jaringan kami bertekad untuk mendukung wirausahawan muda marginal untuk bisa melewati dampak ekonomi akibat pandemi, mencapai hampir 400.000 secara global pada saat mereka sangat membutuhkan bantuan. Kami tidak akan kehilangan momentum dalam masa pemulihan, dan berharap hasil dari program ini terus menciptakan dukungan dan dampak jangka panjang ke depan.

Rowan Barnett, Kepala EMEA Google.org mengatakan: “Rapid Response and Recovery Programme dari YBI telah menjadi penyelamat bagi ratusan ribu pengusaha muda dan pemilik bisnis dari komunitas marginal untuk melewati pandemi. Saat kami bekerja menuju pemulihan ekonomi digital, inklusif, dan berkelanjutan, laporan ini menawarkan inspirasi, wawasan kritis, dan solusi praktis tentang bagaimana kami dapat mendukung pengusaha untuk pulih dari krisis ini dan masa depan, serta memberdayakan mereka untuk menciptakan solusi yang berdampak bagi komunitas dan masyarakat luas.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed