by

Rasio Laba PWON Tahun 2020 Tetap Terjaga Meskipun Ditengah Pandemi

Surabaya, JNcom – Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Perseroan PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto menyampaikan bahwa, tidak ada dividen yang dibagikan kepada pemegang saham untuk tahun buku 2020. Hal tersebut disampaikan Minarto dalam public expose tahunan yang diadakan usai RUPST di Hotel The Westin Surabaya, Senin (5/7/2021).

Pada tanggal 19 April 2021 Perseroan menerbitkan obligasi sebesar US$300 juta dan obligasi tambahan pada tanggal 17 Mei 2021 sebesar US$100 juta dengan bunga 4,875% dengan tenor 7 tahun yang akan digunakan untuk pelunasan Surat Utang 2024 sebesar US$250 juta dan untuk keperluan Korporasi umum Perseroan.

Kinerja keuangan 2020 PT Pakuwon Jati (PWON) membukukan pendapatan bersih tahun 2020 Rp 3.977 miliar, turun 44,8% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7.202 miliar. Sedangkan EBITDA sebesar Rp 2.051 milyar, turun 48,6% dibanding tahun sebelumnya Rp 3.992 milyar.

Walaupun mengalami penurunan pendapatan sebagai dampak pandemic, rasio laba PWON untuk 2020 masih tetap terjaga double digit yakni 30%, selain itu arus kas Perseroan tetap kuat dan positif sehingga mampu mendukung kebutuhan belanja modal maupun ekspansi anorganik yang dilakukan Perseroan pada tahun 2020 dengan pendanaan sepenuhnya dari kas internal.

Komposisi pendapatan tahun 2020 terdiri atas 58% recurring revenue dan 42% development revenue, konsisten dengan strategi Perseroan untuk tumbuh dengan komposisi pendapatan yang berimbang antara recurring dan development revenue.

Recurring revenue Perseroan tahun 2020 mencapai Rp 2.300 miliar turun 37,7% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp 3.693 miliar. Development revenue Perseroan tahun 2020 mencapai Rp 1.677 miliar sedangkan tahun lalu sebesar Rp 3.509 miliar. Mulai tahun 2020 ini Perseroan telah menerapkan pengakuan penjualan sesuai PSAK 72, dimana pengakuan penjualan berdasarkan handover (penyerahan unit) tidak lagi berdasarkan percentage of completion.

Berdasarkan revenue per segment kontribusi terbesar didapatkan dari retail leasing dan Condominium masing masing 44% dan 28%, landed houses 12%, office leasing 7%, Hotel dan Serviced Apartments 7% dan office sales 2%.

Marketing Sales Triwulan 1 2021 naik 17% yoy Tingkat suku bunga yang rendah dan fasilitas insentif PPN telah mendorong kenaikan marketing Perseroan triwulan 1 2021 yang mencapai Rp 427 miliar, tumbuh 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai marketing sales tersebut ekuivalen dengan 30,5% dari target Perseroan untuk tahun 2021 sebesar Rp 1.400 miliar. Tahun 2020 Perseroan mencatatkan pencapian marketing sales Rp 1.026 miliar dengan komposisi penjualan condominium 60%, landed houses 37%, dan office 3%.

Belanja Modal dan Ekspansi Anorganik
Pengeluaran belanja modal tahun 2020 yang telah dikucurkan oleh Perseroan untuk membiayai proyek-proyek konstruksi Kota Kasablanka Phase 2, Tunjungan Plaza 6, Pakuwon Mall phase 3 dan 4, East Coast Mansion serta pembelian tanah mencapai Rp 874 miliar. Selain itu pada akhir Nopember 2020, Perseroan melakukan pembelian Hartono Mall Yogyakarta, Marriott Hotel Yogyakarta dan Hartono Mall Solo dengan nilai keseluruhan (termasuk pajak dan biaya lainnya) sebesar Rp 1,260 miliar. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed