by

Rekonstruksi Kasus Dugaan Pengeroyokan, Ini Kata Kuasa Hukum Korban

Jakarta, JNcom – Satreskrim Polres Jakarta Timur menggelar rekonstruksi kasus dugaan pengeroyokan terhadap korban Marlanth Ellysa Usmany di sebuah cafe kawasan Cakung Jakarta Timur, Kamis (3/6/2021). Rekonstruksi yang dipimpin Kasatreskrim dihadiri oleh istri korban Claudya Zevanya Hayat didampingi Kuasa Hukum Rando Pawai dan Tomy Leleulya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Indra Tarigan, menjelaskan, ada 28 adegan pada saat rekonstruksi terkait tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Indra menegaskan bahwa rekonstruksi tidak dilakukan di TKP, melainkan di Polres Jakarta Timur dengan pertimbangan kondisi pandemi saat ini yang tidak boleh ada kerumunan.

“Sudah ada 2 orang yang memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka, sementara 5 orang masih DPO. ,” ujar Indra.

Usai menghadiri rekonstruksi Kuasa Hukum korban, Tomy Leleulya mengatakan, berdasarkan hasil rekonstruksi kali ini cukup banyak peran yang dilakukan oleh pelaku utama. “Ternyata kami hitung ada 7 daftar pencarian orang (DPO), 2 orang diantaranya orang tidak dikenal. Dan posisi 2 orang tak dikenal ini kami belum tahu apakah sedang dalam pengejaran atau seperti apa,” ujar Tomy.

Dijelaskan Tomy, saat pihaknya mendampingi jenazah yang akan diotopsi, jenazah terdapat luka Sajam (senjata tajam) namun ketika rekonstruksi tidak terlihat peran dari Sajam yang terlibat atau dibenturkan kepada tubuh korban.

“Tidak ada peran benda tajam yang masuk atau menancap sehingga korban meninggal dunia, yang ada hanya balok,” ungkapnya.

Kuasa Hukum menambahkan, dalam kasus ini pihaknya akan melihat sejauh mana kasus ini dikembangkan. Ia berharap polisi transparan dalam menangani kasus ini terlebih kepada 7 DPO. Diketahui, Pelaku dikenakan pasal berlapis diantaranya pasal 351 ayat 3 tentang menghilangkan nyawa seseorang dan Pasal 370, sementara pasal 340 tentang pembunuhan berencana tidak masuk karena pelaku melakukan secara spontan.

Sementara itu, menanggapi hasil rekonstruksi, istri korban Claudya Zevanya Hayat berharap pelaku diadili seadil-adilnya dan menangkap para DPO. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed