by

Wardi : Tanamkan Nilai-nilai Pancasila

Jakarta, JNcom – Masih maraknya aksi terorisme dan radikalisme di Indonesia, yang membuat Indonesia dalam keadaan darurat salah satunya faktor Ideologi. Hal ini disampaikan, Wardi, Ketua Gema Gong Pancasila di Markas Gema Gong Pancasila, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (15/4/2021).

Menurut Wardi, saat ini krisis moral menyebabkan Indonesia mengalami darurat Ideologi, dimana Pancasila mendapat serangan ideologi dari seluruh penjuru dunia baik terorisme, komunisme, liberalisme, dan sebagainya.

Pendiri Laskar Patriot Pembela Pancasila (Laskar PALAPA) ini mengatakan, sesuai dengan Deklarasi Gema Gong Pancasila pada tanggal 5 April 2015 yang berisi Setia dan Cinta kepada Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia, tindakan terorisme sangat bertentangan dengan 12 nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dan sebaiknya agama jangan dijadikan sebuah doktrin untuk kepentingan Politik dan kepentingan seseorang atau sekelompok golongan.

“Pada dasarnya semua agama yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa memiliki visi, misi, maksud dan tujuan yang sama, Maka penyalahgunaan agama untuk pembenaran sebuah kesalahan tidak dibenarkan oleh nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, sama juga pengunaan Pancasila sebagai doktrin untuk kepentingan seseorang atau kelompok atau golongan tertentu juga tidak dibenarkan,” ujarnya.

Dapat diibaratkan sebuah pisau, kata dia, pisau digunakan untuk tujuan baik seperti memasak di dapur. Namun bila pisau disalah gunakan untuk menyakiti orang lain dan dijadikan senjata dan diselewengkan maka tindakan tersebut menjadi tidak baik.

Demikian halnya dengan dokrin, apabila dibumbui kepentingan politik jadi menjadi salah guna. Oleh karana itu, tindakan yang kurang baik itu dilatarbelakangi dari sebuah dokrin yang diselewengkan. Maka bukan ajaran agamanya tetapi ada penyalahgunaan agama yang dibumbui oleh iming-iming janji manis politik demi kepentingan sekelompok orang.

“Terorisme, komunisme, radikalisme adalah sebuah dokrin. Namun jangan agama dijadikan isme dan janganlah Pancasila dijadikan doktrin untuk kepetingan politik sekelompok golongan namun ajarkan Pancasila dengan ilmiah, logis dan sistemstis,” tambahnya.

Untuk mengatasi penyebaran faham terorisme, maka secepatnya perlu diajarkan kembali kurikulum Pedoman Penanaman Nilai-nilai Pancasila di sekolahan-sekolahan dan masyarakat secara berkesinambungan bukan sekedar doktrin. (Barley)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed