by

Dinas Koperasi UKM Tangsel Bangkitkan Pelaku Kuliner Dimasa Pandemi

-Nusantara-253 views

Tangsel, JNcom – Setahun lebih penyebaran Covid-19 melanda dunia yang telah berdampak pada sendi-sendi kehidupan dan melumpuhnya perekonomian dunia termasuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Banyak pelaku ekonomi dibidang kuliner gulung tikar dan pelaku ekonomi lainya. Kondisi ini membuat Pemkot Tangsel tidak tinggal diam untuk segera mengambil langkah-langkah untuk membangkitkan dan menghidupkan kembali perekonomian masyarakat dengan mencoba membangkitkan Sumber Daya Manusianya (SDM) yang berproduktif.

Santi Hakim, salah seorang pelaku ekonomi sejak tahun 2007 memproduksi makanan skala menengah seperti cireng dan cilok dengan nama Dapur Merakit Cipta Rasa (DMCR). Ia menjelaskan kepada awak media bahwa sebelum adanya Covid ini meraup keuntungan sangat besar dari hasil penjualan cireng dan cilok. Dalam satu minggu bisa meraih keuntungan Rp.40 juta dengan menggunakan 11 orang tenaga kerja.

“Pada saat itu memproduksi cireng dan cilok tidak begitu sulit karena sasaran utamanya kelas menengah kebawah. Tujuan pasarnya adalah kantin-kantin sekolah, karena sekolahan tutup akhirnya perduksi berhenti,” katanya, Kamis (8/4/2021).

Ketika masa pandemi ini, lanjut Santi, dirinya mencoba membuka usaha kembali kuliner sosis ayam dengan bermodalkan Rp.20 juta dan peralatan yang ada. Usaha ini mulai dirintis dan dipasarkan kepada sanak saudara, kawan-kawan dan kepada ibu-ibu majelis pengajian di masjid.

“Saya mencoba memproduksi sosis ayam 72 kilo perminggunya karena suasana masih pandemi maka harus diperhitungkan dulu dan akan membuka kerjasama dengan pihak hotel dibilangan Depok,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ikut hadir dan bergabung di UKM dibawah naungan Dinas Koperasi dan UKM Tangsel sangat menguntungkan bagi pelaku usaha kuliner keluarga dimana para peserta yang hadir mendapat arahan bagaimana cara memasarkan, mengembangkan produksi, cara desain teknolgi dan kemudahan dalam membuat sertifakat halal dan lainya.

“Sejak ikut bergabung dan ikut seminar, sudah mendapatkan ilmu bagaimana usaha kuliner dapat meningkat ketingkat atas,” imbuhnya.

Irhamni, narasumber dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan Komestika (LPPOM) dibawah naungan MUI kepada awak media menilai bahwa Kota Tangerang Selatan termasuk daerah yang memiliki banyak pelaku kuliner karena peran aktif dari Pemerintah Kota Tangsal melalui Dinas Koperasi dan UKM yang turut berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya bidang kuliner.

“Setiap tahunnya Pemerintah Tangsel memfasilitasi UKM serta mendukung penuh para pelaku usah kuliner. Salah satu perhatian pemerintah adalah dalam kepengurusan sertifikat label halal,” katanya.

Irhamni mengutarakan, perlunya para pelaku usaha kuliner memiliki sertifikat label halal sebagaimana diatur dalam UU No.33 Tahun 2014 yang sudah berlaku sejak bulan 10 Th 2011.

Untuk diketahui, sertifikat halal diperoleh dari 3 lembaga yang berwenang yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Prodak Halal (BPJPH) dibawa naungan Kementrian Agama, MUI memberikan Fatwa Halal menjamin kehalalannya, dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang mengaudit hasil pemeriksaan dilapangan.

“Lembaga tersebut mempunyai peran sangat penting untuk melindungi para penikmat kuliner di Kota Tangsel, khususnya umat Islam akan merasa terlindungi dari makanan yang haram sesuai ajaran islam,” tuturnya.

Lanjutnya, dari hasil pantauan LPPOM selama ini ada yang bermasalah dan ada juga yang tidak. Bagi yang bermasalah, tidak akan dikeluarkan label halal. Oleh karena itu, ia berharap pelaku kuliner tetap menjaga kehalalannya. (sl)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed