by

Cegah Terorisme, Negara Perlu Atasi Ketimpangan dan Ketidakadilan

-Nasional-224 views

Jakarta, JNcom – Ketua Umum GMNI, Arjuna P. Aldino berpendapat bahwa akar dari permasalahan terorisme tidak hanya disebabkan oleh faham yang ekstrim saja tetapi juga karena ada ketimpangan dan ketidakadilan. Kemungkinan lainnya adalah adanya politik belah bambu dari negara besar untuk menciptakan perang dingin atau proxy war dengan menciptakan kelompok-kelimpok militan.

“Negara perlu menyelesaikan masalah ketimpangan tersebut karena akan menciptakan konflik ditengah masyarakat. Ketimpangan ini tidak ada faidahnya tetapi justru akan merugikan negara. Bagi penegak hukum, persoalan terorisme tidak hanya dipandang sebagai tindak pidana saja namun perlu ditelisik juga soal sumber pendanaannya. Dalam hal ini, lalu lintas keuangan antar negara harus dimonitor,” ujar Arjuna dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) bertema Mencari Akar dan Menemukan Format Ideal Penanganan Terorisme di Indonesia, Senin (5/4/2021).

Hal senada diungkapkan M. Alfian Fadhilah, Ketua BEM UNJ/BEM SI bahwa ketimpangan yang ada saat ini adalah ladang subur yang menimbulkan kerentanan untuk mudah dipengaruhi. Menurutnya, jika tidak diperhatikan secara serius maka bukan hanya menimbulkan terorisme saja tetapi juga berdampak pada persoalan lainnya.

“Adanya politik diskriminatif akan menimbulkan perlawanan dan politik yang menyudutkan satu pihak juga akan semakin melahirkan terorisme baru. Menurut hemat, saya sebagai pemuda harus menjadi agen perubahan dan agen sosial kontrol,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP PMKRI, Benidiktus Papa menilai, aksi terorisme yang baru-baru ini terjadi ternyata ada persoalan stigma di masyarakat yang harus dijadikan pemikiran bersama dan menjadi persoalan serius ketika stigma ini berkembang ditengah masyarakat.

“Ada warisan pemahaman yang harus dijawab oleh negara yang semestinya ada langkah antisipasi dan solusi dari negara. Saya kira negara punya alat yang bisa memutuskan mata rantai terorisme. Langkah yang diambil juga bukan hanya untuk kejadian hari ini tetapi juga untuk kedepannya,” pungkasnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed