by

Gerakan Sedekah Pangan Nasional Mendorong ACT untuk bergerak Lebih Dalam Memulihkan Kondisi

-Nusantara-80 views

Jakarta, JNcom – Persoalan pangan tidak saja bagi bangsa Indonesia, bangsa bangsa lainya di dunia ini merupakan persoalan yang sangat mendasar, dan sangat menentukan nasib dari suatu bangsa. Serikat Petani Indonesia menerangkan, salah satu solusi bagi persoalan pangan ini adalah kedaulatan pangan, di mana pemenuhan hak atas pangan yang berkualitas gizi baik dan sesuai secara budaya, diprodukst dengan sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Namun faktanya, mayoritas petani di Indonesia masih terbelenggu permasalahan produksi tani, mulai dari modal hingga pemenuhan saprodi, belum lagi 46,3% rumah tangga dari sektor pertanian menyumbang angka kemiskinan pada 2021 ini menurut data BPS.

Permasalahan pangan pun merebak di bagian hilir yakni terbatasnya akses pangan bagi warga prasejahtera sebagai dampak merosotnya ekonomi di masa pandemi. Keberlanjutan dan ketahanan pangan di Indonesia pun terancam.

Berdasarkan indeks keberlanjutan pangan keluaran The Econorvist Intelligence Unit 2020, Indonesia berada di bawah Ethiopia dan Zimbabwe. Begitu pula pada indeks kelaparan global 2020 Indonesia tercatat meraih skor 19,1 jauh di bawah Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Rangkaian fakta ini membawa Indonesia pada ancaman kerawanan pangan.

Permasalahan pangan dari hulu ke hilir ini mendorong Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk bergerak lebih total dalam memulihkan kondisi tersebut Gerakan Sedekah Pangan Nasional diinisiasi untuk mengajak masyarakat terlibat dan meluaskan program-program pangan ACT dan Global Wakaf yang ditujukan untuk menciptakan ketahanan serta kedaulatan pangan bangsa. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin, saat peluncuran Gerakan Sedekah Pangan Nasional di Waqf Distribution Center (WDC) di Gunung Putri, Bogor, Selasa (23/2/2021).

Sedekah, terang Ahyudin, menjadi komponen utama dalam gerakan tersebut. Sedekah tak hanya menjadi solusi permasalahan kehidupan, termasuk permasalahan pangan.

“Sedekah di tengah masyarakat kita identik dengan hal yang kecil Padahal sesungguhnya, sedekah merupakan solusi besar, moda! membangun peradaban Sedekah merupakan ‘obat’ yang luar biasa Oleh karena itu ACT kembali menghadirkan gerakan agar peradaban dunia lebih baik, dan kali in: kami menghadirkan Gerakan Sedekah Pangan Nasional,” imbuh Ahyudin.

Presiden ACT Ibnu Khajar menekankan, pangan menyadi fokus utama gerakan tersebut mengingat pangan merupakan salah satu sumber kehidupan

“Bahkan Allah selalu menyerukan besarnya pahala tentang memberi pangan ke orang lain. Maka dari itu, ACT salah satu fokusnya jalah pemenuhan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan, mulai dani produsen pangan hingga konsumen pangan Gerakan Sedekah Pangan Nasional diharapkan menjadi salah satu langkah mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan,” papar Ibnu.

Bersama Global Wakaf, ACT membangun ekosistem pangan dari hulu ke hilir Wakaf akan memainkan peranan besar dalam Gerakan Sedekah Pangan Nasional ini, yakni mengoptimalkan program program pendukung para produsen pangan. Wakaf Distribution Center, yang menampung suplai pangan dari para petani binaan serta donatur, pun menjadi penyambung dari produsen pangan kepada warga pra sejahtera yang membutuhkan pangan.

“Dari sini terlihat bagaimana wakaf jadi solusi atas segala permasalahan masyarakat, khususnya kemiskinan dan kerawanan pangan yang menjadi masalah laten Produk-produk hasil pengelolaan dana wakaf akan disalurkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan Contohnya saja Beras Wakaf dan Air Minum Wakaf,” papar N. Imam Akbar, Presiden Global Wakaf ACT.

Produk-produk tersebut juga digunakan dalam sejumlah program pangan ACT di sektor hilir, di mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Misalnya saja Humanity Care Line, Humanity Rice Truck, Humanity Food Truck, Operasi Beras Gratis, dan Operasi Makan Gratis.

Dengan demikian, Gerakan Sedekah Pangan Nasional diharapkan menjadi salah satu langkah mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan Pangan yang tercukupi dari hulu ke hilir, insya Allah akan mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa produsen pangan. Dengan demikian, tdak menutup kemungkinan bahwa suatu saat, masyarakat Indonesia mampu mewujudkan peradaban pangan yang baik.

“Sejuta relawan terlibat dalam gerakan masif multi manfaat dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional. Jadilah bagian dari gerakan ini, yang terbuka untuk umum. Setiap orang, artis selebritis, tokoh, ulama, masjid, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, perusahaan, dan setiap entitas apapun yang memiliki rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap kondisi bangsa dan masyarakat Indonesia,” tutup Imam.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed