by

Tanam Di Food Estate Humbahas Rampung Januari 2021

-Nusantara-217 views

Humbahas, JNcom – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendampingi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau langsung perkembangan penanaman dan kawasan lahan lumbung pangan baru (food estate) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).Lahan food estate berbasis hortikultura ini di targetkan akan selesai tanam pada Januari 2021.

Mentan Syahrul mengatakan, Pengolahan lahan food estate ini sudah hampir 90% lebih, pengolahan sampai dengan membangun bedengan sudah sampai 70%. Bulan Desember ini, Insya Allah selesai 100% pemasangan mulsa dan penanaman nya itu sudah tidak lama tinggal butuh menggerakkan lebih banyak orang dan tentu saja sesuai dengan target yang ada Januari Insyaallah penanaman sudah selesai. saat diwawancarai usai meninjau lokasi food estate di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas, Jumat (18/12/2020).

Mentan Syahrul mengatakan, kawasan lumbung pangan Kabupaten Humbahas merupakan pengembangan lahan pertanian berbasis hortikultura sebagai komoditi utama. Terdapat 3 komoditi yang akan dikembangkan di kawasan food estate Humbahas diantaranya kentang, bawang merah dan bawang putih.

“Kita tinggal kita tunggu bagaimana melakukan budidaya dan penjagaan sehingga bisa panen dalam waktu yang sudah direncanakan,” ucap Mentan Syahrul.

Dikesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, progres pengerjaan lahan food estate sangat signifikan. Dalam 4 tahun ke depan, lahan food estate Sumatera Utara ini akan diperluas sampai 30.000 ha dan akan dikembangkan penanaman hortikultura.

Pada tahun 2020, target pembangunan kawasan food estate Humbahas seluas 1.000 hektar (ha) terdiri dari seluas 215 ha dari APBN Kementerian Pertanian (Kementan) sedangkan seluas 785 ha dikelola oleh pihak swasta.

“Ini baru pertama di Indonesia ada hamparan 215 ha yang ditanami kentang, bawang putih dan bawang merah. Dari hasil data yang sudah dilaporkan Kepala Balitbang Kementerian Pertanian hasilnya perkembangannya sangat baik,” ucapnya.

Menko Luhut mengatakan, kawasan lahan pengembangan food estate ini akan menjadi model percontohan untuk daerah lain sehingga kedepan kekurangan yang ditemui dalam proses olah lahan, budidaya, panen hingga pasca panen menjadi perbaikan di daerah lain.

“Nah kalau ini terus berjalan, rencana Pak Syahrul Limpo ini baru 215 ha nanti akan 1000 ha total semua 30.000 ha jadi ini sebagai model sekarang. Saya rasa kita belajar dari kekurangan-kekurangan di sini untuk perbaiki nanti di tempat lain,”ujar Luhut.

Menko luhut mengungkapkan, saat ini pemerintah sedang melihat dataran tinggi lainnya untuk dapat dikembangkan kawasan food estate. Seperti di pulau Sulawesi atau pulau Jawa, untuk dapat mengembangkan pertanian serta menyejahterakan penduduk di sekitarnya.

“Di Sulawesi ada juga ketinggian 1000-1200 tanah seperti ini nanti kita bikin lagi atau nanti di Jawa mungkin 500 atau 1000 ha seperti ini kita buat lagi model seperti ini jadi dengan begitu swadaya hortikultura kita juga selesai bisa dalam 5 tahun kedepan,” ungkap Luhut.

Luhut menekankan, kawasan food estate tidak menganggu lingkungan hutan. Komoditi ditanam di tanah yang tidak tertanam pohon, sehingga hutan tetap terjaga dengan baik. Untuk menjaga tanah agar tidak longsor juga akan ditanami kacang macadamia, kopi, dan tanaman keras lainnya.

“Hutan-hutan nya tidak akan dipotong jadi tanah-tanah yang tidak ada pohonnya itu yang semak-semak itu yang akan kita jadikan lahan. Jadi lingkungan tetap terjaga,” imbuhnya.

Disini ada kentang, bawang putih dan hutan akan tetap. Pak Kepala Balitbang juga menanam pohon macadamia, kopi, tanaman keras supaya walaupun ini kemiringannya 15 derajat persen kita jaga supaya tidak ada longsor,” tutupnya.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed