by

Tolak Omnibus Law dan Kenaikan Iuran BPJS, Puluhan Ribu Buruh Akan Demo di DPR

-Nasional-1,356 views

Jakarta, JNcom – Menyikapi langkah pemerintah terkait diterbitkannya Omnibus Law, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama-sama puluhan ribu buruh dari elemen serikat pekerja yang lain berencana akan melakukan aksi di DPR RI dan serentak di 20 provinsi pada tanggal 20 Januari 2020 mendatang.

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Riden Hatam Aziz, SH, menilai terbitnya Omnibis Law akan mereduksi atau melemahkan tenaga kerja anak bangsa. Pengaruhnya, katanya, status hubungan kerja akan berdampak menjadi tidak jelas dan upah minimum akan tidak berpihak bagi buruh ketika upah dihitung perjam.

“Saya sebagai sekjen sudah memastikan anggota kami bersama buruh lainnya akan turun sebanyak 25.000 anggota untuk menyampaikan sikap kami kepada DPR. Kami akan minta kepada DPR agar Omnibus Law tidak dilanjutkan pembahasannya,” tegasnya dalam konferensi pers Sabtu (18/1/2020) di Kantor LBH Jakarta.

Sikap dan langkah kami, katanya, dilakukan untuk menolak draft Omnibus Law yang disinyalir mengakomodir statement-statement dari pemerintah yang akan mendegradasi kepentingan buruh. Pada prinsipnya, buruh setuju adanya Investasi masuk asalkan tidak merugikan buruh.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia), Sabda Pranawa Djati menilai Omnibus Law diduga menjadi bukti kongkrit bahwa kekuatan kapitalisme masih bermain dengan berupaya kepada pemerintah untuk mereduksi hak-hak buruh. Bukti tersebut misalnya mengenai upah minimum perjam.

“Kondisi ini menjadi dasar Apek menolak Omnibus Law dan meminta kepada pemerintah untuk membatalkan kenaikan iuran BPJS,” ujarnya.

Ketua Harian KSPI, M. Rusdi mengatakan aksi demo dilakukan untuk menyuarakan penolakan Omnibus Law dan penolakan kenaikan iuran BPJS. Menurutnya, pemerintah selalu mengulang kesalahan yang sama.

“Melaui Omnibus Law, outsourcing dan pemagangan akan dipermudah sehingga masa depan anak bangsa akan menjadi suram. Apapun resikonya, kami siap hadapi jika ada pihak lain yang menyerang perjuangan buruh,” pungkasnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed