Jakarta, JNcom – Bertepatan dengan hari pahlawan dan lahirnya Institut Bisnis & Informatika (IBI) Kosgoro 1957 (IBI-K57), sebanyak 356 orang lulusan mengikuti wisuda ke-11 IBI Kosgoro 1957. Surat Keputusan Rektor dibacakan oleh Ketua Wisuda X, Dr. Zara Tania, pada Wisuda Sarjana XI IBI KOSGORO 1957, Senin (10/11/2025) di Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Turut hadir dalam acara ini jajaran pejabat Kementerian ESDM, Kepala LLDIKTI Wilayah III (Dr. Hanry Togar), Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Periode 2019-2024 (Dr. dr. Agung Laksono), Ketua Umum PPK KOSGORO 1957 (Dr. Dave Laksono) beberapa Anggota DPR RI, Anggota K3 MPR RI, Anggota DPRD Prov. DKI Jakarta, Dosen Tetap, Alumni serta tamu undangan penting.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Universitas Kosgoro 1957, Dr. H. Rambe Kamaruzzaman, M.Sc mengatakan, sidang senat terbuka wisuda XI IBI Kosgoro 1957 merupakan momentum intelektual dan implementasi nilai dasar Kosgoro bahwa ilmu pengetahuan sejati lahir dari pengabdian kepada kemanusiaan.
“Kampus IBI-K57 memiliki peran membentuk karakter bangsa dan melahirkan pewaris nilai-nilai dan amanah Kosgoro 57 serta menjadi bagian kekuatan moral yang menuntun bangsa ini menuju masa depan yang lebih berdaulat dan berkeadilan,” ujar Rambe.
Rektor IBI-K57, Dr. Haswan Yunaz, MM,.M.Si, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam penyelenggaraan pendidikan di IBI-K57 dan dalam pelaksanaan wisuda secara luring ini. Ia mengingatkan bahwa Lulusan IBI-K57 harus terus meningkatkan kualitas, kompetensi, dan kapabilitasnya, terutama pada aspek kepemimpinan dan kerjasama tim, kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global, serta kemampuan entrepreneurship (kewirausahaan).
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan pilar utama yang tidak dapat diabaikan, dan menjadi suatu keniscayaan yang harus digarap oleh saudara-saudari wisudawan/wati,” kata Haswan.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dr. Bahlil Lahadalia yang turut hadir dalam acara wisuda tersebut meminta Alumni IBI KOSGORO 1957 mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Bahlil mengingatkan bahwa tantangan di sektor energi masih harus diatasi, yakni rendahnya lifting minyak nasional.
“Tahun 2024, lifting kita hanya 580 ribu barel per hari, konsumsi nasional 1,6 juta barel. Artinya, kita impor sekitar 1 juta barel per hari. Total impor minyak, BBM, crude, dan LPG mencapai Rp500 triliun rupiah per tahun,” jelasnya.
Menurut Bahlil, peningkatan kapasitas teknis saja tidak cukup tanpa didukung kualitas sumber daya manusia (SDM) yang andal dalam mengelola sektor energi. Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan IBI KOSGORO 1957 sangat strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja yang unggul, kompeten, dan langsung siap terjun ke industry lulusan terbaik alumni ini,
“Selamat Wisuda untuk Mahasiswa IBI KOSGORO 1957 semoga semakin sukses dan berguna untuk bangsa,” pungkasnya. (red/Zah)











