Semarang, JNcom – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Semarang kembali memicu bencana tanah longsor di kawasan perbukitan. Kali ini, dua rumah warga di Jalan Stonen Selatan IV, Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajah Mungkur, menjadi korban keganasan alam pada
Bencana longsor yang terjadi pada Senin (16/2) pagi sekitar pukul 10.00 WIB menimpa kediaman milik Aghre Pahlawan dan Seno Aji. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat kerusakan struktur bangunan yang tertimpa longsoran .
Kejadian ini bukanlah musibah yang kali pertama. Menurut warga setempat, longsor kali ini merupakan “efek domino” dari titik longsor sebelumnya yang berada di deretan yang sama. Tercatat sejak maret 2024, wilayah ini sudah mengalami lima kali longsor
Sementara perhatian dari pemerintah daerah dinilai masih nihil.
“Ini sudah yang kelima kalinya sejak 2024 . Selama ini, perbaikan hanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan kemampuan terbatas. Belum ada tindakan nyata atau bantuan konstruksi dari pemerintah,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Lebih lanjut , minimnya mitigasi struktural dari pihak berwenang membuat warga harus bertaruh nyawa setiap kali curah hujan meningkat.
Disisi lain, kondisi talut diatas bangunan rumah warga di Bendan Ngisor membutuhkan penanganan teknis yang serius, bukan sekadar tambal sulam. Warga berharap pemerintah segera turun tangan membangun infrastruktur permanen yang kokoh.
“Harapan kami jelas, tolong buatkan talut baru yang lebih kuat. Kami mengusulkan sistem talut trap (terasering) seperti yang digunakan di pinggiran jalan tol. Konstruksi seperti itu jauh lebih stabil untuk medan miring seperti di sini,” tambah warga terdampak yang enggan disebut jatidirinya
Hingga berita ini diturunkan, warga masih bergotong-royong menyelamatkan barang-barang berharga dan melakukan pembersihan manual. Ancaman longsor susulan masih menghantui jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, mengingat kondisi tanah di atas bangunan rumah yang kini menggantung tanpa penyangga .
Demikian Caca Danar Dini melaporkan dari lokasi kejadian.(NANO)











