Foto: ilustrasi
Jakarta, JNcom – Bulan Ramadan menghadirkan perubahan pola makan yang cukup signifikan bagi anak. Waktu makan yang terbatas antara sahur dan berbuka membuat orang tua perlu memastikan asupan nutrisi tetap optimal agar tumbuh kembang tidak terganggu. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan susu pertumbuhan atau susu formula lanjutan sebagai pelengkap menu harian anak selama puasa.
Susu pertumbuhan diformulasikan khusus untuk anak usia di atas 1 tahun dengan kandungan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan fisik, otak, dan daya tahan tubuh. Hal ini menjadikan susu pertumbuhan sebagai pilihan yang tepat untuk membantu menjaga stamina anak sepanjang hari.
Energi Bertahap untuk Aktivitas Anak
Selama berpuasa, anak tetap menjalani berbagai aktivitas seperti belajar, bermain, dan beribadah. Susu pertumbuhan mengandung kombinasi protein, karbohidrat, serta lemak esensial yang membantu menyediakan energi secara bertahap. Konsumsi susu saat sahur dapat membantu anak merasa kenyang lebih lama dan mengurangi risiko lemas di siang hari.
Protein dalam susu juga berperan penting dalam pembentukan jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta mendukung proses pemulihan setelah aktivitas.
Mendukung Pertumbuhan Tulang dan Otot
Fase pertumbuhan anak tetap berlangsung meski sedang berpuasa. Susu pertumbuhan umumnya diperkaya dengan kalsium dan vitamin D yang berperan dalam pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Selain itu, kandungan mineral seperti fosfor dan magnesium turut mendukung fungsi otot serta metabolisme tubuh anak.
Dengan asupan nutrisi tersebut, keterbatasan frekuensi makan selama Ramadan dapat tetap diimbangi dengan kualitas gizi yang baik.
Nutrisi Penting untuk Perkembangan Otak
Selain pertumbuhan fisik, perkembangan otak anak juga perlu diperhatikan. Banyak susu formula lanjutan mengandung DHA, kolin, zat besi, serta vitamin B kompleks yang berperan dalam menjaga konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan belajar anak. Nutrisi ini penting terutama ketika energi tubuh menurun akibat puasa.
Membantu Menjaga Daya Tahan Tubuh
Perubahan pola makan dan waktu tidur selama Ramadan dapat memengaruhi sistem imun anak. Susu pertumbuhan biasanya diperkaya vitamin A, C, dan E, zinc, serta prebiotik yang membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.
Dengan imunitas yang baik, anak dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman dan tetap aktif.
Cara Optimal Memberikan Susu Pertumbuhan
Agar manfaatnya maksimal, susu pertumbuhan dapat diberikan sebagai pelengkap pada beberapa waktu penting. Pertama, saat sahur untuk membantu energi bertahan lebih lama. Kedua, setelah berbuka untuk memulihkan tenaga. Ketiga, sebelum tidur guna membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Meski demikian, susu tetap berfungsi sebagai pelengkap dan tidak menggantikan makanan utama yang harus tetap seimbang.
Kental Manis Bukan Pengganti Susu
Masih terdapat anggapan bahwa kental manis dapat menjadi sumber nutrisi setara susu. Padahal, kental manis memiliki kandungan gula yang tinggi dan kadar protein serta kalsium yang lebih rendah dibanding susu pertumbuhan. Konsumsi sebagai minuman utama dapat memicu lonjakan gula darah dan membuat anak lebih cepat lapar.
Oleh karena itu, kental manis sebaiknya hanya digunakan sebagai pelengkap rasa, bukan sebagai sumber nutrisi utama. Meski demikian, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Karina Marcella Widjaja, Sp.GK, AIFO-K, secara khusus mengingatkan potensi bahaya konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan seperti campuran buah dengan sirup dan susu kental manis, dapat berdampak negatif pada kestabilan energi.
“Makanan manis saat berbuka puasa, misalnya buah-buahan campur sirup campur susu. Itu yang akan membuat kadar gula kita akan cepat naik dan cepat turun lagi makanya itu kita merasa tidak puas jadi craving,” ujar Karina. (**)











