Ambarawa, JNcom – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke 51 bertema “Bersama untuk Bumi, Harmoni dalam Keberlanjutan” tanggal 5 Juni 2025, Tim Pelayanan Ibu- ibu Paroki Santo Yusup Ambarawa, Minggu (15/6/2025), menyelenggarakan Workshop dengan tema “Olah Sampah Jadi Karya”
Sebagai nara sumber menghadirkan Roro Sundari, seorang tokoh wanita yang memiliki multi talent sekaligus pegiat budaya. Dalam pemaparannya, ia mengajak untuk peduli kepada lingkungan alam di sekitar, mulai dari menjaga eco friendly atau ramah lingkungan, yaitu menjaga keseimbangan hidup dengan alam.
Dengan tindakan kecil dan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya. Lalu pilah sampah sesuai jenisnya, mengurangi plastik, membawa bekal makanan, dengan tepak tempat makan, membawa tas belanja sendiri, membawa tumbler minum, dan menggunakan barang- barang yang ramah lingkungan. Mengurangi sampah rumah tangga, menghindari menambah limbah lingkungan sekitar.
Lebih lanjut disampaikan, tindakan lainnya yang bisa kita lakukan dan kerjakan adalah menghemat listrik, menghemat air, menanam pohon, menjaga sumber mata air baik itu sendang, belik, ataupun sumur. Menjaga agar sumber mata air terjaga dan terpelihara.
Sementara itu, Tim Pelayanan Ibu- ibu Paroki Santo Yusup Ambarawa mengadakan kegiatan Workshop yang tujuannya adalah memberikan informasi, sosialisasi dan ajakan serta kesadaran kepada orang- orang terdekat di antara kita, baik dalam keluarga, tetangga dan masyarakat yang tinggal di sekitar kita ataupun kepada semua orang dan semua tempat dimanapun berada.
Sebagai ibu rumah tangga yang diharapkan bijaksana dapat mendidik putra putri dalam keluarga untuk mengurangi, mengolah dan memanfaatkan sampah rumah tangga yang ada.
Perubahan Iklim, Lingkungan serta
Perubahan iklim dampaknya sudah sangat kita rasakan. Musim yang tidak menentu seperti Krisis air, Banjir serta Polusi
“Dalam rangka meningkatkan Kesadaran
Untuk itu diperlukan sebuah kesadaran tentang lingkungan yang kini telah menjadi tanggung jawab kita bersama dimana kita tinggal di bumi yang sama dimana bumi sebagai rumah tempat tinggal kita bersama” ujar Noor Hayati salah seorang peserta yang juga pegiat Alam.
Workshop olah sampah jadi karya ini memanfaatkan dan mengolah sampah rumah tangga yang kita hasilkan setiap hari. Mulai dari tas kresek atau plastik pembungkus, botol atau kemasan plastik, botol air mineral atau minuman kemasan lainnya. Dan yang terakhir adalah kesadaran akan ECO break. Sampah yang tersisa kita jadikan ECO break
Peserta yang terdiri dari kalangan ibu – ibu dan kaum remaja berjumlah 75 orang. Dari 19 Wilayah yang ada di paroki Santo Yusup Ambarawa. Perwakilan yang mengikuti workshop ini benar-benar bersemangat, kegiatan diawali pukul 10.00 WIB pagi hingga pukul 15.00 sore. Antusiasme peserta terlihat dari waktu lama tidak ada satupun yang ijin mendahului pulang. Mereka mendapatkan pengalaman dan ilmu yang sangat bermanfaat untuk mengolah sampah menjadi karya yang bermanfaat bahkan bisa mempunyai nilai jual ekonomis.
Prinsip Etik ber kesadaran lingkungan antara lain Mengurangi, Mengguna ulang, Mendaur Ulang, Berkompos, Berecoenzyme, berkebun organk, BerBank sampah, BerDecluttering.
BerEcobrick.
Dalam kesempatan itu Kepala Paroki Santo Yusup Ambarawa, Romo Stephanus Brotokartono, SJ dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan nya karena saat ini banyak sekali terjadi pencemaran. Ikan di laut sudah banyak yang mempunyai kandungan plastik, yang berbahaya bagi tubuh.
“Mari kita jaga bumi sebagai rumah tempat tinggal kita bersama. Sesuai dengan ajakan Alm. Bapa Santo Franciscus. Dalam UAP Laudato Si . Selamat mengikuti kegiatan workshop dan menjadi pelaku pahlawan lingkungan,” pungkas Rm Stephanus. (NANO)











