Pontianak, JNcom – Puluhan warga Kelurahan Tengah menghadiri sosialisasi program Bangga Kencana khususnya pencegahan stunting. Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan program nasional yang bertujuan untuk menciptakan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas. Acara berlangsung pada hari Sabtu (12/7/2025), di Warkop Pelabuhan, Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Nuryamin, S.T.P., M.M. (Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat); Herkulana Farida, S,Gz, M.P.H sebagai Kepala bidang Keluarga berencana, keluarga sejahtera dinas pengendalian penduduk keluarga berencana Pemberdayaan perempuan perlindungan anak kota Pontianak (BP2KBP3A); dan H Alifudin, S.E., M.M. (Anggota DPR RI).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Nuryamin, S.T.P., M.M., menjelaskan bahwa keluarga yang tangguh dimulai dari pernikahan yang matang. Menurutnya, pernikahan yang matang bukan hanya matang secara umur, tetapi juga kesiapan mental dan ekonomi.
“Usia pernikahan yang ideal bagi wanita adalah usia 21 tahun dan pria 25 tahun. Kalau tidak, risiko stunting akan tinggi,” ujar Nuryamin.
Ia juga menekankan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Masa ini menentukan tumbuh kembang anak dan menjadi pondasi utama pencegahan stunting.
“Kalau asupan gizi buruk di masa itu, stunting terjadi. Maka HPK harus jadi perhatian calon pasangan, bahkan sebelum menikah,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, H. Alifudin, S.E., M.M., mendorong upaya penguatan program Bangga Kencana di setiap daerah. Ia meminta BKKBN gencar melakukan sosialisasi untuk memberikan pengetahuan secara langsung kepada masyarakat.
“Saya ingin BKKBN lebih masif lagi menyapa masyarakat, memberikan edukasi langsung tentang pentingnya keluarga sehat dan perencanaan yang matang,” tutur Alifudin
Menurutnya, keluarga yang kuat dan berkualitas merupakan pondasi bagi pembangunan nasional. Oleh karena itu ia mengajak masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya stunting agar tujuan nasional tercapai.
“Mari cegah stunting bersama. Ini bukan hanya program pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (**)











