Jakarta, JNcom – Ketua Umum Forum Kepakaran Indonesia, Dr. Risman Pasaribu berpendapat bahwa Kepala Daerah bersama Wakil Kepala Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota seharusnya sinkron dalam melaksanakan pembangunan Daerah.
“,Jangan lagi diantara kepala daerah dengan wakilnya ribut-ribut masalah kepentingan maupun kewenangan apalagi masalah rejeki karena Rakyat sekarang ini sedang kesulitan ekonomi akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan,” ujar Risman kepada wartawan, Senin (14/7/2025).
Kepala daerah sekarang ini, kata Risman Pasaribu, harus betul-betul menjadi contoh teladan dan harus bersih yang mencerminkan Merah Putih Kabinet Prabowo sekarang ini. Menurutnya, anggaran belanja pembangunan harus bisa menerapkan efesiensi di semua lini.
“Kita semua tidak ingin ketika anggaran pembangunan yang dianggarkan katanya digunakan 70% untuk pembangunan dan 30 untuk belanja pegawai, tapi dalam prakteknya dibalik 30% untuk pembangunan dan 70 % digunakan untuk foya-foya. Jadi wajar masyarakat menjadi miskin. Kalau Rakyatnya miskin, bagaimana bisa Indonesia maju,”
Risman berharap Kepala Daerah mampu mengawasi bawahannya masing-masing mulai dari eselon satu sampai ke eselon yang paling rendah yaitu eselon IV. Pengawaan tersebut, kata Risman, harus betul-betul dilaksanakan oleh Inspektorat dan tidak lagi ada istilah uang setoran ke atasan.
“Sudahilah. Rakyat ini kasihan, jangan dibodoh-bodohi terus. Jangan ada lagi seperti masuk pegawai harus nyuap, naik eselon empat ke eselon tiga dan seterusnya harus setor lagi. Jadi kita harus bersihkan hal-hal seperti ini,” ungkap Risman.
Risman mendorong pengawasan yang ketat dilakukan dari atas kebawah dan sebaliknya. Artinya saling melakukan pengawasan dan yang penting melakukan pengawasan dalam hati kita. Lanjutnya, niat kita harus bersih agar tidak ada niat melakukan korupsi karena uang krupsi akan dimakan anak istri dan kelak akan dipertanggung jawabkan dihadapan Sang Pencipta.
“Kalau hati kita belum bersih, apapun bentuk lembaganya untuk melakukan pengawasan di Inspektorat, BAPEKA, Polri KPK dan pers, tetap saja ada korupsi bahkan berjamaah korupsinya dan Korupsinya luar biasa banyaknya, padahal dunia ini sementara,” pungkasnya. (**)











