Ekonomi & Bisnis

Dinilai Berhasil, Forum Kepakaran Indonesia Apresiasi Kinerja Mentan Amran Sulaiman

×

Dinilai Berhasil, Forum Kepakaran Indonesia Apresiasi Kinerja Mentan Amran Sulaiman

Share this article

Jakarta, JNcom – Forum Kepakaran Indonesia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Amran Sulaiman. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Forum Kepakaran Indonesia yang juga Dewan pakar Majelis Nasional KAHMI, Dr.Risman Pasaribu usai menghadiri rapat kerja Forum Kepakaran Indonesia bersama Menteri Pertanian RI Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rabu (2/7/2025).

Rapat juga dihadiri oleh Dewan Pengawas dan Ketua Dewan Pakar Prof. Dr. Rokhmin Dahuri. Dalam pemaparannya, Rokhmin menyampaikan dua catatan penting menyoroti substansi pembangunan pertanian nasional.

“Kami mengapresiasi, dalam usia 57 tahun Kementan, ini adalah pencapaian terbaik yang pernah diraih seorang Menteri Pertanian. Selamat, Pak Amran,” ungkap Rokhmin.

Rokhmin menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak cukup diukur dari volume produksi, tetapi harus mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan mencontohkan kasus di Kabupaten Indramayu, penghasil beras terbesar di Indonesia ini, nyatanya bahwa 68% petani masih hidup dalam garis kemiskinan versi Bank Dunia.

“Di tingkat nasional, petani pun umumnya menjadi salah satu dari 3 kantong kemiskinan, bersama kaum nelayan dan buruh. Sangat ironis kan?,” ungkap Rokhmin.

Menurut Rokhmin, jika petaninya masih miskin, maka sehebat apapun capaian produksi, wajah sektor pertanian kita tetap buruk di mata rakyat dan publik pada umumnya. “Oleh karena itu, mari Pak Menteri atasi kemiskinan petani secara tuntas, dan sejahterakan seluruh petani Indonesia,” ajaknya.

Ia juga mendorong Kementerian Pertanian untuk tidak hanya menampilkan capaian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, tetapi juga melaporkan secara komprehensif kinerja Ditjen lainnya, terutama perkebunan, dan peternakan dan kesehatan hewan yang sangat strategis dalam neraca perdagangan serta pemenuhan gizi nasional.

“Tanpa kelapa sawit, neraca perdagangan pertanian kita minus 6 miliar dolar. DAN, smallholder (pekebun rakyat) kita masih tertinggal. Kita harus kawal semuanya,” tegas Prof. Rokhmin.

Rapat ini mempertegas komitmen Prof. Rokhmin untuk berpihak kepada petani kecil dan keseimbangan antar subsektor pertanian demi mewujudkan kedaulatan pangan yang mensejahterakan seluruh petani dan peternak, adil, dan berkelanjutan. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *