Jakarta, JNcom – Ketua Umum Forum Kepakaran Indonesia, Dr.Risman Pasaribu berpendapat bahwa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) saat ini perlu memberikan perhatian serius dan melakukan pengawasan lingkungan. Doktor Lingkungan Universitas Indonesia dan Universitas Brawijaya Malang ini juga mengkritisi beberapa kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup karena masih banyak kerusakan lingkungan di Indonesia,
“Kebijakan-kebijakan yang dibuat sekarang ini kurang menyentuh terhadap substansi permasalahan lingkungan dikarenakan banyaknya kerusakan lingkungan di Indonesia dan menyusutnya lingkungan,” ujar Risman dalam keterangannya kepada JurnalNusantara.com, Senin (7/7/2025).
Menurut Risman, penyusutan tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan dan tata kelola pembangunan seperti dibidang ekonomi, pertambangan, kehutanan, dan properti.
“Semua melakukan kerusakan. Seharusnya masing-masing di semua Kementrian harus melakukan kebaikan-kebaikan, dan perbaikan kembali,” tegas Risman Pasaribu.
Risman berharap tiap kementerian bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan termasuk perusahaan-perusahaan swasta karena banyak melakukan kerusakan lingkungan dan kurangnya kepedulian untuk memperbaiki lingkungan yang sudah rusak.
“Sekarang hampir semua kota merasakan kebanjiran akibat lemahnya pengawasan terhadap pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Regulasi yang dibuat tidak sesuai dan tidak memihak lingkungan dan tata ruang yang digunakan juga tidak sesuai dengan pembangunan,” tutur Risman
Seharusnya, tambah Risman, pembangunan Kota yang dilakukan oleh Badan Perencanaan harus sesuai dengan dampak lingkungan. Ia mencontohkan DKI membuat Torotoar dengan membangun tempat duduk dan menyemen pinggiran jalan sehingga waktu hujan air tidak menyerap ke tanah. Akibatnya, terjadi banjir di mana-mana karena Air hujan tidak mengalir ke sungai atau kali, dan ke bawah tanah.
“Inilah tata uang yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Begitu juga hutan yang banyak penebangan untuk pembangunan, tapi tidak dilakukan perbaikan kembali,” tutup Risman. (**)











