Metropolitan

Hasadaon Nisintua: Jemaat Dorong Pemilihan Bersih dan Rohani di Sinode Godang

×

Hasadaon Nisintua: Jemaat Dorong Pemilihan Bersih dan Rohani di Sinode Godang

Share this article

P Siantar, JNcom – Gerakan Sintua yang bergabung di Hasadaon Sintua menyampaikan seruan agar sistem pemilihan kepemimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dilakukan secara lebih rohani, jujur, dan bebas dari kepentingan kelompok. Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah agar pemilihan pimpinan HKBP dilakukan dengan sistem “Manjomput Nasinurat”.

Seruan tersebut muncul seiring meningkatnya aspirasi jemaat yang menginginkan pemilihan pemimpin gereja dilakukan dengan dasar panggilan pelayanan, bukan karena kepentingan politik internal.

Sistem pemilihan Manjomput Nasinurat dinilai sebagai pola pemilihan yang lebih mencerminkan nilai iman dan prinsip gerejawi, karena menempatkan proses pemilihan dalam kerangka rohani dan moral.

Gerakan ini menegaskan bahwa pemilihan kepemimpinan di HKBP tidak boleh dipersempit hanya pada pemilihan Ephorus semata. Sebab, dalam mekanisme gerejawi HKBP, Sinode Godang HKBP bukan hanya memilih Ephorus, melainkan memilih seluruh pimpinan HKBP, termasuk unsur pimpinan strategis lainnya dalam struktur organisasi gereja.

Hasadaon Sintua menilai bahwa pemilihan pimpinan gereja harus dilakukan secara bersih, transparan, serta tidak boleh dipengaruhi oleh tekanan, lobi politik, maupun kepentingan kelompok tertentu.

Mereka juga menyoroti bahwa sistem pemilihan dengan prinsip Manjomput Nasinurat sejatinya sudah dikenal dan diterapkan dalam tradisi gereja Batak lainnya.

Sebagai perbandingan, disebutkan bahwa gereja yang telah menerapkan sistem pemilihan dengan pola Manjomput Nasinurat adalah Huria Kristen Indonesia (HKI).

Hasadaon Sintua berharap agar HKBP di SINODE GODANG HKBP bulan Oktober 2026 yang akan datang di lakukan Amandemen sistem pemilihan pimpinan gereja HKBP 2028 – 2031 dilakukan secara MANJOMPUT NA SINURAT, demi mengembalikan marwah Sinode Godang sebagai forum tertinggi gereja yang bermartabat, rohani, serta benar-benar berpihak pada kepentingan pelayanan jemaat.

Hasadaon Sintua menolak Keputusan Rapat MPS HKBP bulan Februari 2026 yang tidak memasukkan Sistem MANJOMPUT NA SINURAT dalam pemilihan pimpinan HKBP, dan ada kecenderungan mengarahkan yang berhak memilih (punya Hak Pilih) Pemilihan Pimpinan HKBP 2028 – 2032 hanya Pendeta dengan Teologis bahwa seluruh pelayan Tahbisan disampaikan oleh Jubah Hitam (Pendeta).

Sudah saat nya kita Sintua & Jemaat serta tokoh Pemerhati HKBP melakukan reformasi total sistem pemilihan pimpinan HKBP yang akan datang.
“SELAGI HARI MASIH SIANG MARI BERBUAT LEBIH BAIK U HKBP”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *