Jakarta, JNcom – Keresahan para seniman khususnya insan musik dangdut terkait dengan menurunnya royalti yang sebelumnya mencapai miliaran rupiah kini anjlok menjadi hanya sekitar Rp25 juta pada periode pertama tahun 2025, memicu kekesalan seperti halnya yang diungkapkan Adibal Sahrul, seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu yang malang melintang di dunia musik.
Adibal bahkan mempertanyakan kinerja Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) yang bertanggungjawab terhadap hak-hak para seniman. “Saya menilai hasil yang diperoleh tahun ini tidak masuk akal. Saya kira kerja LMKN tidak becus dan menurut saya kalau tidak bisa kerja, saya minta kepada Pemerintah bubarkan saja,” ucap Adibel kepada wartawan, Kamis (9/4/2026), di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Ia melihat bahwa objek dangdut di tahun ini dan tahun lalu cukup besar di semua platform. Ia mengakui secara keseluruhan royalti yang diterima termasuk dari objek komposer cukup oke, namun dari objek penyanyi sebesar Rp.25 juta membuatnya kesal.
“Mereka itu dapet datanya dari mana. Padahal kami mendapatkan royalti itu langsung dipotong pajak, tetapi pajak yang kita bayar tidak lebih kecil dari royalti yang kita terima, tentunya ini tidak masuk akal,” ujar AdibAl.
Disaat yang sama, Erie Suzan berharap kepada pemerintah dalam pembagian royalti harus dilaksanakan secara adil. “Saya harap adil ya, karena sejatinya jika perekonomian yang seimbang menjadi hancur lebur maka karyanya juga akan mengikuti,” pungkasnya. (**)











