Semarang, JNcom – Bakso, kuliner yang banyak diminati oleh lapisan masyarakat berbahan baku Daging dan bumbu rempah mampu melahirkan cita rasa serta aroma yang membuat lidah kemeceran.
Salah satunya adalah ”Bakso Balungan” yang dinilai sejumlah kalangan yang luar biasa karena berisi tambahan Tetelan atau daging yang telah di cincang. Sementara ini, Bakso Balungan bu Satiyo hanya bisa dijumpai di area Terminal Ambarawa.
Bu Satiyo awal menekuni usaha Bakso sejak 1988 dari harga daging Sapi 6.ribu/Kg hingga sekarang mencapai kisaran 150 ribu/Kg. Dari usaha Bakso, bu Satiyo mampu menuntaskan pendidikan kedua putrinya hingga jenjang S1.
Dari pengamatan awak media, Bakso Balungan bu Satiyo dibanjiri oleh pelanggan dari berbagai daerah. Para konsumen tidak saja menikmati di Warung yang telah tersedia dengan ukuran 4×6 meter, tapi juga tidak sedikit pelanggan yang pesan untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.
”Saya bersama suami menekuni usaha Bakso sejak 1988 dengan komitmen menjaga kualitas Bakso dengan menggunakan daging Sapi tanpa bahan pengawet atau pewarna,” ungkap bu Satiyo.
Sementara itu, Riyani warga Pasekan Ambarawa mengaku Bakso adalah menu Favorit dan sudah mengenal betul Bakso Balungan bu Satiyo. Selain kualitas terjamin dan ramah lingkungan, untuk menikmati jajan di bu Satiyo tidak perlu merogoh kocek dalam dalam.
”Bakso Balungan bu Satiyo selain memiliki citarasa Bakso yang terbuat daging Sapi juga tentang harga sangat terjangkau,” ujar Yani pedagang nasi Jagung.
Disinggung tentang omzet, jika hari hari seperti weekend bisa mencapai angka di kisaran dua jutaan rupiah perhari. Tapi di hari biasa dikisaran 1,5 juta rupiah atau sekitar lima kilo daging Sapi.
Bu Satiyo (53) wanita asal Wonogiri dalam perjalanan usahanya sempat mengalami jatuh bangun. Dibalik usahanya bu Satiyo memiliki jiwa Sosial yang tinggi. Menurutnya memberi atau bersedekah itu baik untuk di amalkan dan tidak baik diucapkan pada orang lain karena hidup itu mengalir saja. (NANO)











