Jakarta, JNcom – Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Induk Koperasi Wanita (INKOWAPI) bersama Sahabat Usaha Rakyat (SAHARA) kembali menghadirkan Gebyar Posko Pangan 2025 secara berkelanjutan. Upaya di penghujung akhir tahun 2025 ini, merupakan langkah konkret peran aktif perempuan dalam menghadapi tantangan ketersediaan pangan, baik di kancah nasional maupun global.
Ketua Umum INKOWAPI Sharmila Yahya menegaskan gebyar posko pangan ini merupakan gerakan nasional untuk membuka akses pangan berkualitas, menciptakan jaringan pangan murah serta memberikan ruang perekonomian usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dikelola perempuan dalam semangat women food security atau ketahanan pangan perempuan.
“Komitmennya untuk terus mendukung ketahanan pangan dan energi di kalangan perempuan di tengah dinamika geopolitik global,” tegas Sharmila yang juga Founder SAHARA.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menilai ketahanan pangan perempuan atau women food security, sangat krusial karena perempuan dengan pemberdayaan bisa menjadi tulang punggung pertanian secara global dengan peran aktif terlibat langsung dalam mengurus produksi pertanian, pemrosesan hingga penyediaan makanan bagi keluarga.
Tercatat, data menunjukan lebih dari 60% orang yang sangat rentan kelaparan di dunia adalah wanita dan anak perempuan, dengan kesenjangan yang terus melebar.
“Perempuan seringkali kurang mendapat akses sumber daya seperti tanah, modal dan pelatihan yang menyebabkan mereka lebih rentan mengalami kelaparan dan kemiskinan. Padahal pemberdayaan perempuan dalam pangan akan meningkatkan nutrisi keluarga dan ketahanan pangan komunitas secara keseluruhan,” jelasnya.
Untuk itu, spirit women food security menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ketahanan pangan. Spirit tersebut harus diperkuat dengan strategi kemitraan komprehensif dan kolaborasi praktis.
“Hal ini guna memberdayakan perempuan yang perannya sebagai penjamin gizi keluarga bagi upaya penurunan stunting dan kehidupan yang bergizi,” ujar Sharmila yang pernah terpilih menjadi The Life Membership atau anggota kehormatan seumur hidup pertama dari Indonesia dalam ajang The International Council of Women (ICW)-CIF 36th General Assembly di Avignon City Hall, Paris, Prancis pada tahun 2022.
Upaya peningkatan ketahanan pangan rumah tangga yang mendapat dukungan dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) ini, harus diperkuat dengan kolaborasi yang komprehensif di sektor pangan dan energi. Diharapkan posko pangan yang dikelola UMKM perempuan dapat mengangkat posisi Indonesia sebagai pemain utama ketahanan pangan dunia pada 2045. Terlebih lagi, pemerintah Indonesia sangat optimis dengan strategi kemitraan komprehensif dan kolaborasi yang optimal dapat menempatkan Indonesia dalam 15 besar Global Food Security Index. (*)











