May 21, 2024

Jakarta, JNcom – Sepanjang tahun 2023, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid dan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp10,7 triliun. Hal ini mencerminkan komitmen SSMS dalam menjaga keberlanjutan operasional bisnisnya.

Melalui implementasi strategi yang dilakukan sepanjang tahun 2023, Perseroan berhasil menghasilkan tandan buah segar (TBS) sebesar 2.345.131 MT, dengan jumlah produksi produk sawit sebesar 2.197.816 MT. Produksi Perseroan di tahun 2023 tumbuh 244 atau 431.638 MT. TBS dari perkebunan inti sebanyak 1.723.170 metrik ton pada tahun 2023 turun sebesar 7,484 dibandingkan produksi TBS tahun 2022 sebanyak 1.862.561 MT. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya lama penyinaran matahari (efektif) sementara volume penjualan sebesar 1.488.795 MT, meningkat 13X dari tahun lalu yang sebesar 1.321.396 MT.

Produksi CPO tahun 2023 mencapai 518.819 MT, atau meningkat sebesar 2,114 dari hasil produksi tahun 2022 sebesar 508.100 MT. Perseroan mencatat Oil Extraction Rate (OER) tahun 2023 mencapai 22,12X sedikit turun sebesar 0,81 dibandingkan OER tahun 2022 yang tercatat 22,304.

Dengan produktivitas tersebut, secara umum, kinerja SSMS tahun 2023 telah memenuhi target yang ditetapkan. SSMS mampu menghasilkan laba bersih sebesar Rp518 miliar. Dari sisi aset, Perseroan membukukan pertumbuhan 64 yoy menjadi Rp11,8 trilliun pada tahun 2023 dibandingkan dengan total aset tahun sebelumnya sebesar Rp11,1 triliun, peningkatan ini terutama didorong oleh peningkatan aset fancar dan aset tidak lancar masing-masing sebesar 8x yoy dan 4X yoy menjadi Rp5,0 triliun dan Rp4,6 triliun. Sementara itu, liabilitas Perseroan menunjukkan peningkatan sebesar 8X yoy dari Rp9,1 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp9.8 triliun pada tahun 2023.

Total liabilitas Perseroan tercatat meningkat sebesar 8,014 dari Rp9,09 triliun di tahun 2022 menjadi Rp9,82 triliun di tahun 2023. Kenaikan total liabilitas dikarenakan kenaikan liabilitas jangka panjang sebesar 2,964 dan kenaikan liabilitas jangka pendek sebesar 13,964.

Pada pencapaian kinerja lainnya, di awal tahun 2023 Perseroan telah melakukan pelunasan obligasi global senilai US$300 juta atau setara Rp4,5 triliun yang diterbitkan di Bursa Singapura pada tahun 2018. Langkah ini semakin menunjukkan kemampuan Perseroan, baik dari segi finansial maupun sumber daya lainnya untuk dapat berinovasi dan berkembang lebih maju.

Pada 19 Desember 2023, Perseroan menjadi Pemegang Saham Mayoritas dari PT Citra Borneo Utama Tbk dengan penukaran sebagian utang PT Citra Borneo Indah (CBI) kepada Perseroan melalui pengalihan kepemilikan saham milik CBI pada PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) kepada Perseroan. Dengan demikian secara keseluruhan saham Perseroan di CBUT menjadi sebesar 78,224, dimana 70,224 saham dimiliki langsung oleh Perseroan, 444 saham dimiliki tidak langsung melalui PT Kalimantan Sawit Abadi (KSA), dan 4x saham dimiliki tidak langsung melalui PT Mitra Mendawai Sejati (MMS). Strategi tersebut dilakukan untuk mengoptimalisasi hilirisasi bisnis Perseroan yang berkelanjutan dengan menyediakan produk kelapa sawit yang menyeluruh dari hulu ke hilir. Setelah memperkokoh hilirisasinya, produk CPO Perseroan kemudian diolah langsung oleh CBUT untuk diproses lebih lanjut menjadi produk turunan kelapa sawit.

Pada segmen hilir (downstream), Perseroan melakukan kegiatan usaha dengan memproduksi dan menjual produk turunan minyak sawit seperti Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO), Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), Olein, Stearin, Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan Palm Kernel Expeller (PKE). Dalam pengolahan CPO, Perseroan didukung oleh pabrik refinery dan fraksinasi yang masing-masing memiliki total kapasitas produksi sebesar 2.500 ton CPO per hari atau 850.000 ton CPO per tahun dan 2.500 ton RBDPO per hari atau 850.000 MT RBDPO per tahun.

Hingga akhir tahun 2023, kegiatan usaha perseroan didukung oleh 10 anak perusahaan, dengan mengelola kegiatan usaha yang terintegrasi, yang terdiri dari 23 perkebunan kelapa sawit, 8 pabrik kelapa sawit (PKS), 1 pabrik inti kelapa sawit, 2 pabrik biogas, 1 pabrik Bio-CNG, 1 pabrik pemurnian, 1 pabrik fraksinasi dan 1 pabrik kernel crushing.

Komitmen Terhadap Industri Yang Berkelanjutan

Perjalanan keberlanjutan di Perseroan dimulai dengan program edukasi internal! yang komprehensif, Upaya keberlanjutan Perseroan tidak dapat dipisahkan dari Kerangka Kerja Keberlanjutan yang kuat. Kerangka kerja ini berfungsi sebagai pedoman, menguraikan komitmen, tujuan, dan strategi organisasi untuk mencapai keberlanjutan di seluruh operasinya. Rencana tindak lanjut yang komprehensif juga dirancang dan disesuaikan untuk menyelaraskan dengan beragam fungsi dan unit dalam organisasi, memastikan bahwa setiap departemen berkontribusi terhadap realisasi tujuan keberlanjutan yang menyeluruh.

Untuk mengukuhkan komitmen pada prinsip keberlanjutan, pada akhir tahun 2023 Perseroan berhasil meraih 100X sertifikasi dari Roundtable Sustainability Palm Oil (RSPO) untuk pabrik dan kebun dan juga telah menjalankan program RaCP-RSPO melalui program Perhutanan Sosial di mana Perseroan bekerja sama dengan empat pemegang hak Hutan Kemasyarakatan dan satu pemegang hak Hutan Desa. Perseroan juga telah mengikuti regulasi pemerintah dengan 100X mendapatkan sertifikasi Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO). Sertifikasi tersebut menunjukkan tekad dan kesungguhan Perseroan dalam upaya menjaga kepercayaan konsumen yang semakin kritis dan memiliki keingintahuan yang besar terkait penerapan keberlanjutan Perseroan.

Selain RSPO dan ISPO, Perseroan juga telah memperoleh bebarapa sertifikat lain yang relevan, yaitu ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan, ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO 45001 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sertifikat BHRISC 2011 Business and Human Rights International Standards for Certification, dan Sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC).

Melalui berbagai upaya tersebut, Perseroan optimistis kelangsungan usaha kelapa sawit dalam jangka Panjang akan terjamin karena manfaat positifnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.

Sepanjang tahun 2023, berbagai Inisiatif hijau telah dilakukan Perseroan untuk mewujudkan komitmen Berkelanjutan, diantaranya menjalankan program ketelusuran (Traceability) untuk memastikan bahwa TBS Perseroan berasal dari kebun yang berkelanjutan. Menjaga dan melestarikan kawasan dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT) termasuk habitat dan ekosistem flora-fauna di sekitar area operasionalnya serta program Pelestarian Orangutan melalui program pra pelepasliaran orangutan di Pulau Sakat yang bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation.

Selain itu, Perseroan melakukan uji coba produksi atau commissioning Bio-Compressed Natural Gas (CNG) Plant berlokasi di Kotawaringin Barat dengan kapasitas gas biometana 1,000 Nm3/jam. Bio-CNG merupakan bentuk lain pemanfaatan biogas yang dihasilkan dari limbah cair kelapa sawit (POME). Pengembangan Bio-CNG ini sebagai bentuk keseriusan Perseroan untuk ikut berperan dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan meminimalkan emisi karbon seperti yang tertuang dalam komitmen Kyoto Protocol (1997) dan Paris Agreement (2015). Komitmen ini sejalan dengan upaya Pemerintah dalam Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB) 2009 — 2024 yakni peningkatan pemanfaatan produk kelapa sawit sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam rangka ketahanan energi. Dengan beroperasinya Bio-CNG, SSMS dapat mengurangi ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil beralih ke energi terbarukan.

SSMS menyadari, kemajuan perusahaan harus sejalan dengan prinsip-prinsip tata Kelola yang baik dan komitmen besar terhadap keberlanjutan, Perseroan berupaya untuk menjaga keseimbangan pembangunan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar, kelestarian alam, dan sumber daya manusia yang mumpuni.

Perseroan menerapkan keberlanjutan ke seluruh aktivitas bisnis dan operasi sesuai dengan program strategis keberlanjutan yang telah dirumuskan sejak tahun 2011. Strategi keberlanjutan Perseroan mengintegrasikan seluruh berbagai elemen Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Perusahaan (LST) yang berfokus pada tiga aspek, yaitu: People, Pianet dan Profit. (Salamah tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *