July 15, 2024

Jakarta, JNcom – Film asli dari Makassar, “Keluar Main 1994″, diputar Perdana di Jakarta yang dihadiri oleh para pemain utama dan kru film. Mereka yang hadir antara lain, Arif Brata (pemeran Ibo), Arie Kriting (pemeran Kaka Frengky), Alisa Safitri (pemeran Vivi), Andi Jerni (pemeran Hanih), serta kru film seperti Liani Kawati (Produser, Eksekutif Produser), dan Mohammed Sabeg (Penulis Skenario, Casting Director & Asisten Sutradara).

Mereka berharap film yang secara resmi tayang di bioskop pada 28 Maret mendatang, dapat diterima penonton dan dapat menghibur jelang libur lebaran di tahun ini.

“Semoga film ini dapat menjadi perwakilan yang kuat bagi perfilman Makassar, bukan hanya untuk penikmat film di Makassar tapi juga dapat dinikmati oleh penonton secara luas di tingkat nasional. Dengan hadirnya film ini, merupakan bagian dari upaya untuk mengangkat dan mengakui potensi sinematik daerah Makassar,” ujar Produser film, Liani Kawati.

Bukan sekadar menyoroti karya dari Makassar, namun film ini juga membawa suasana nostalgia yang kuat dari era 90-an, serta mengingatkan akan keseruan gelaran Piala Dunia yang diadakan pada 1994 silam. Seperti yang diungkapkan dua pemain di film ini, Arie Kriting.

“Tahun 1994 itu pertama kalinya saya nonton Piala Dunia. Waktu itu masih sempat lihat dua pertandingan terakhir sang legenda Maradona. Di Indonesia sepak bola menjadi semakin populer dan penggemarnya di mana-mana. Film ini pun menggambarkan moment di masa itu. Di mana euphoria terhadap sepak bola mencapai puncaknya. Semoga dengan menonton film ini, kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang pada masa itu.,” ungkapnya.

Melengkapi sensasi nostalgia, bumbu drama keluarga di film ini pun menjadi poin yang tak kalah penting bagi penonton. Yaitu tentang anak yang berusaha untuk mengejar cita-citanya sebagai pemain sepak bola, meski tak direstui orangtuanya. Arif Brata, sebagai pemeran utama di film ini pun memberikan pandangannya mengenai perselisihan yang kerap terjadi antara orangtua dan anak tentang dukungan meraih cita-cita yang bukan di bidang akademik.

“Masa sekolah sangat menentukan tujuan hidup seorang anak, dan dukungan orangtua sangat penting untuk membersamai proses itu. Syukurlah di titik ini semua orang tercinta Brata mendukung Brata yang bekerja di dunia entertainment. Dan Brata pun akan melakukan hal yang sama untuk anak Brata, karena semua bakat, tidak hanya akademik, sama bernilai dan berharganya. Semoga dari Ibo, penonton bisa belajar tentang bagaimana menyelaraskan antara harapan orangtua dan Cita-cita anak,” ujarnya.

Film ini dapat menjadi pilihan hiburan yang tepat untuk ngabuburit sebelum berbuka puasa, yang akan menghibur dan menghadirkan tawa bagi para penontonnya. Film yang disutradarai oleh Ihdar Nur ini mengangkat tema penting mengenai dilema antara minat bakat anak dengan harapan orang tua terhadap masa depan mereka.

Kisah Ibo, seorang anak yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola, namun harus berjuang melawan tekanan orang tua yang menginginkannya fokus pada pendidikan, akan mengundang penonton untuk merenung dan berempati. (Red/my)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *