Dominasi Riset Bidang Pangan Sejalan Dengan Prioritas

Metropolitan102 Views

Jakarta, JNcom – Dominasi riset bidang pangan sejalan dengan bidang yang diminta oleh Presiden Joko Widodo. Pangan memang yang paling besar jumlah risetnya, karena itu menjadi fokus utama kita dan negara saat ini. Jadi kalau kita ikuti apa yang menjadi arahan Pak Presiden; harus melakukan hilirisasi dan memang hal itu yang harus kita lakukan, tutur Ketua Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dalam agenda bertajuk Highlight Riset dan Inovasi di Gedung B.J. Habibie, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2023).

Ada dua target hilirisasi yang kini tengah dikejar Indonesia. Pertama, hilirisasi dari sumber daya lokal yang tidak terbarukan. Contohnya, sumber daya mineral, nikel, dan sebagainya. Namun, yang tak kalah penting, kata Handoko, adalah hilirisasi dari sumber daya alam lokal yang terbarukan. Hal ini menjadi masa depan atau berdampak jangka panjang bagi Indonesia.

“Butuh dukungan riset dan inovasi yang sangat tinggi yaitu pertanian, pangan. Bagaimana memanfaatkan biodiversitas, memanfaatkan laut, memanfaatkan mikroba yang ada di Indonesia. Bisa jadi obat, bisa jadi produk-produk, misalnya jadi plastik, biomaterial,” ucapnya.

Menjawab kebutuhan di masyarakat, riset mengenai pangan menjadi yang paling banyak dikembangkan. Jadi kami memang diminta fokus untuk melakukan riset dan inovasi yang basisnya sumber daya alam lokal. Hilirisasi tadi untuk meningkatkan kedaulatan pangan dan energi, ungkap Handoko

Riset pangan juga mencakup bidang kesehatan karena di dalam pangan ada kesehatan. Kemudian juga energi dan lingkungan hidup, karena energi selalu berkaitan dengan lingkungan hidup. Jadi karena itu nomor satu, dua, tiga, lima semuanya terkait dengan pangan, tegasnya.

Pada tahun 2019, BRIN mempunyai 12 organisasi riset dengan 85 pusat riset. Total penelitinya lebih dari 900 ribu orang. BRIN adalah gabungan antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), tutup Handoko. (salamah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *