May 18, 2024

Salatiga, JNcom – Team Aksi Pilitik (TAP) kota Salatiga yang di nahkodai Brigjend Purn TNI Untung Waluyo memprakarsai pertemuan lintas partai Pengusung Capres Prabowo.

Acara yang berlangsung di Resto Beringin Salatiga hadir diantaranya ketua PBB, ketua partai Gelora, ketua partai Garuda, dan ketua PSI kota Salatiga.

Dalam pertemuan yang cukup singkat itu, Untung memaparkan Visi serta profil Prabowo serta perlunya rekonsiliasi Nasional. Untung yang pernah menjabat Komandan Kodim 0714 dalam paparan singkat, selain sosok Prabowo yang sudah tidak diragukan lagi, sementara Untung yang selama ini berjuang di luar partai ingin membangun komunikasi agar antara relawan dengan partai pengusung bisa bersinergi.

Dalam kesempatan itu, Untung juga ingin mendengar sebagai masukan yang bisa didiskusikan bersama tentang langkah strategis apa yang dilakukan oleh mesin partai Politik. Hal itu dimaksudkan Untung untuk bersama memenangkan pasangan Capres Prabowo – Gibran.

Sementara itu sikap ketua partai Garuda sebagai partai baru dalam kompetisi Pemilu 2024 dalam sikapnya tentu akan mengikuti arahan dari pusat yang tentunya mendukung Prabowo. Demikian di ungkapkan Rosa selaku ketua partai Garuda Salatiga.

“Trimakasih partai Garuda sebagai partai baru bisa berkoalisi memdukung Capres Prabowo,” ujar Rossa singkat.

Hal yang sama juga disampaikan Sajuri ketua Partai Gelora. Sebagai partai baru pertama berkompetisi diajang Pemilu mendatang Pihaknya tentu tidak tinggal diam dalam berjuang memenangkan pasangan Prabowo – Gibran.

“Bicara Capres Prabowo, pada Pemilu lalu saya sudah mendukung Prabowo, dan Gelora sebagai bagian partai pengusung Prabowo maka ini yang kedua kalinya kami mendukung Prabowo,” tandas Sajuri.

Dalam kesempatan itu, ketua Partai Bulan Bintang kora Salatiga, Sisca Damayanti dalam mendongkrak suara di Pemilu mendatang ia akan menggandeng kaum ibu serta kalangan muda dengan harapan PBB punya keterwakilan di Dewan juga mendukung Cawapres Prabowo.

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kota Salatiga, Yohana dalam statmennya sependapat tentang progam rekonsiliasi Nasional. Menurutnya sudah terpolarisasi parah memang pada Pemilu 2019 lalu PSI terjadi benturan keras dengan Prabowo, tapi dengan berjalannya waktu sudah mencair dan Prabowo dalam berpolitik cukup dinamis.

“Untuk Pemilu 2024 mendatang saya harus ngomong apa, karena di situ ada mas Kaesang dan mas Gibran jadi dalam Pilpres ini kami harus tegak lurus,” ujarnya. (NANO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *