June 17, 2024

Sukabumi, JNcom – Setelah sukses melaksanakan serangkaian program kegiatan kerjasama SMK PK (Pusat Keunggulan) di SMKN3 Sukabumi pada tahun pertama, Bogasari mengadakan kegiatan baru bernama Praktisi Mengajar. Kegiatan Praktisi Mengajar ini merupakan program yang ditetapkan Pemerintah dan wajib dijalankan setiap sekolah peserta SMK PK selama 50 jam.

Dalam kegiatan Praktisi Mengajar ini, Bogasari memilih untuk mengajarkan ilmu pembuatan roti manis dan roti tawar yang dikuti para siswa kelas XI jurusan tata boga. Lama waktu 50 jam mengajar ini dibagi menjadi 5 sesi dan setiap sesinya diikuti 36 siswa jurusan tata boga. Satu sesi di Agustus dan 2 sesi lagi masing-masing di bulan September dan Oktober. Setiap sesi kelas Praktisi Mengajar SMK PK ini membutuhkan waktu 10 jam.

“Sesi pertama kita mulai hari ini dan setiap sesinya berlangsung dari pukul 8 pagi sampai 4 sore. Konsep pengajaran setiap sesinya adalah 30 persen teori dan 70 persen praktik. Semuanya digelar langsung di sekolah SMKN 3 Sukabumi sesuai dengan ketersediaan ruangan dan peralatan serta lebih efisien dan efektif, khususnya secara waktu,” ucap Rudianto Pangaribuan, Head of Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari dalam siaran pers pembukaan Praktisi Mengajar sesi pertama, Jumat (25/08/2023) di dapur praktik SMKN 3 Sukabumi.

Kelas 50 jam mengajar ini dipandu baker senior dari Bogasari Baking Center (BBC) Irvan Indrayana yang didatangkan khusus dari Jakarta ke Sukabumi. Dalam kelas teori, Irvan menegaskan kepada para siswa bahwa ilmu yang akan diajarkan sama dengan kebutuhan para siswa bilamana nanti bekerja di industri bakeri. Selain ilmu seputar roti, dalam setiap sesinya kita juga menyelipkan materi seputar kerja industri.

“Dan Bogasari memilih materi roti tawar dan roti manis untuk 5 sesi kelas praktisi mengajar ini karena potensi bisnis kedua jenis kuliner ini sangat besar dan menjanjikan ke depannya. Baik di skala UKM maupun industri. Melalui sesi ini, Bogasari berusaha menyiapkan lulusan SMK tata boga siap buka usaha, atau minimal siap bekerja di level industri, apalagi kebutuhan tenaga di sektor bakeri sangat besar,” ucap Irvan yang sudah 20 tahun menekuni ilmu bakeri.

Tampak puluhan siswa kelas XI serius menyimak penjelasan Baker BBC dan kerap kali mencatat hal-hal baru yang belum pernah mereka dapatkan di pelajaran sekolah. “Senang sekali karena banyak dapat ilmu baru. Mulai dari istilah-istilah bakeri dalam proses pembuatan, bahan-bahan, peralatan. Apalagi saat praktik pembuatan rotinya langsung, banyak bentuk dan variasi baru. Alhamdulillah, senang sekali bisa dapat kelas Bogasari Mengajar ini,” ucap Khaila Putri Heriani, Audia Fellia Utami, dan Mega, siswa kelas XI yang ikut sesi pertama.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMKN 3 Sukabumi Dra Helda M.Pd sangat bangga atas kesempatan kerja sama SMK PK dengan Bogasari yang merupakan pabrik tepung terigu pertama dan terbesar di Indonesia. Tidak hanya memproduksi bahan baku terigu yang berkualitas, tapi juga memiliki sarana pelatihan dan tenaga pengajar yang sudah berpengalaman sekelas industri nasional.

“Jadi anak-anakku para siswa jangan sia-siakan kesempatan berharga ini. Perhatian setiap materi yang diajarkan dan gali ilmu sebanyak mungkin baik saat teori dan praktik. Ilmu dari Bogasari pastinya sangat berguna saat kelulusan nanti. Terima kasih juga kepada Bogasari yang sudah bersedia menjadi pendamping industri SMK PK buat kami sejak tahun 2022 lalu,” ujar Helda.

Kerja sama SMK PK Bogasari dengan SMKN 3 Sukabumi sudah berlangsung sejak September 2022. Berbagai program kegiatan yang sukses digelar di tahun pertama kerja sama adalah guru dan siswa magang. Bahkan program magang tidak hanya di Bogasari tapi langsung terjun ke UKM makanan berbasis tepung terigu. Ada 3 UKM lokasi magang para siswa di tahap pertama yakni Roti Bogor Permai, Maple Bakeri dan Cantiqi Bakeri. Untuk tahun ke-2 ini, selain Praktisi Mengajar, dua guru tata boga SMKN 3 Sukabumi mengikuti magang di Bogasari dan UKM selama 1 bulan.

Adapun program magang siswa baru akan berlangsung Juni tahun 2024 karena pesertanya adalah siswa kelas XII yang saat ini masih kelas XI. “Beda dengan yang tahun pertama program magang SMK PK, pesertanya adalah siswa kelas XI. Tapi karena sekarang sudah menjalankan kurikulum merdeka, maka yang akan magang adalah siswa kelas XII nanti tahun depan,” tambah Rudianto Pangaribuan. (Red/my)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *