Masyarakat Dituntut Bijak Dalam Menggunakan Internet

Nusantara202 Views

Jakarta, JNcom – Teknologi digital yang kian berkembang telah membawa banyak perubahan di tengah masyarakat. Kadiskominfo Sumenep Ferdiansyah menilai kehadiran dunia internet dalam satu genggaman di era sekarang dapat memperkaya literasi dan meningkatkan kualitas diri dengan cara membudayakan membaca. Namun, kata Ferdiansyah, kecanggihan teknologi yang melahirkan dunia internet memiliki dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak.

“Efek negatif dalam dunia internet adalah ketergantungan di kehidupan internet. Pengguna larut hingga terus berselancar. Lalu melihat kehidupan orang lain seperti dunia internet,” terang Ferdiansyah dalam acara Ngobrol Bareng Komunitas Baca Sumenep yang diselenggarakan oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI), Kamis (6/7/2023) di Jakarta.

Karena itu, mantan Kepala Kantor Perpustakaan Sumenep ini menyarankan bagi pengguna internet agar memanfaatkan secara bijak. Sesuai kebutuhan. Seperti dimanfaatkan untuk membangun koneksi. Mempromosikan barang dan jasa hingga membantu mendapat informasi terkini di seluruh dunia.

“Manfaatkan dunia internet secara bijak. Masuki kehidupan internet sesuai kebutuhan saja,” pesan Ferdiansyah.

Sementara dunia internet dalam pandangan K Qumri seperti pisau bermata dua. Kehadiran internet dalam kehidupan manusia moder memberi manfaat juga menabur mudharat.

Lalu K Qumri memberi cara agar bijak dalam menggunakan internet. Yaitu, memposisikan pengguna sebagai subjek. Dunia internet sebagai objek.

“Sebagai manusia jangan kalah dengan teknologi. Posisikan kita sebagai subjek. Internet adalah objek. Sehingga bisa mengerti atas segala peran dan konsekuensi dalam memanfaatkan dunia internet,” terang alumni Ponpes Sidogiri ini.

Kata K Qumri, manusia sebagai subjek lebih hebat dari kecanggihan teknologi yang menghadirkan internet. “Manfaatkan kehidupan internet secara bijak. Sesuai dengan norma yang ada,” pesan K Qumri kepada ratusan peserta.

Pandangan Diana melengkapi pemaparan dua narasumber sebelumnya. Menurut Ibu Diana, kehidupan maya melalui dunia internet tak bisa dipungkiri. Setiap hari aktivitas manusia modern tak bisa lepas dari jejaring internet.

Lalu Ibu Diana merumuskan berbagai etika kehidupan internet. “Dalam berinternet ada etika, maka dari itu kita harus menjaga data pribadi kita seaman mungkin karena walaupun internet memiliki sisi positif pasti ada pula sisi negatif,” pesannya.

KMI menghadirkan tiga narasumber dalam acara Ngobrol Bareng yang digelar di kantor MWC NU Bluto, Kamis 6 Juli 2023. Yaitu, Tetrajaya. Ketua GP Ansor Sumenep, K Qomri Rahman dan influencer, Diana. (red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *