Greeneration Foundation Ajak Masyarakat Berdonasi Untuk Perbaikan Kerusakan Lingkungan

Metropolitan397 Views

Jakarta, JNcom – Isu mengenai perubahan iklim menjadi perhatian sejumlah organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, salah satunya adalah Greeneration Foundation, LSM lingkungan yang berfokus mengubah perilaku masyarakat untuk menerapkan prinsip konsumsi dan produksi berkelanjutan di Indonesia.

Director of Product and Fundraising Greeneration Foundation, Erdy Suryadarma mengatakan, pihaknya mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan Greeneration Foundation, Green Fund Digital Philanthropy (GFDP).

“Gerakan ini mengajak masyarakat tidak hanya menyebarkan isu mengenai perubahan iklim melalui berdonasi, tetapi juga bahu membahu melakukan penggalangan dana bersama yang akan disalurkan ke teman-teman komunitas yang turut membutuhkan pendanaan demi mempercepat implementasi solusi untuk lingkungan kita,” ujar Erdy, Jumat (16/6/2023) di Jakarta.

Greeneration Foundation, jelas Erdy, memiliki tiga portofolio program yaitu Pemberdayaan Masyarakat, Kemitraan Strategis, dan Edukasi. Dalam menjalankan portofolio tersebut, Greeneration Foundation berkolaborasi dengan pemerintah, sektor privat, media, akademisi, serta masyarakat umum seperti anak-anak, pelajar, dan ibu rumah tangga.

Sebelum kami melakukan penggalangan dana, tambah Erdy, kami sudah mendapat ijin untuk melakukan penggalangan dana secara transparan bahkan sudah tergabung di Perhimpunan Philantrophy Indonesia.

“Pola kami adalah dengan mengajak berdonasi yang kecil supaya bisa diikuti oleh lebih banyak lapisan masyarakat, tidak hanya kelas pekerja tapi bisa juga dari kalangan pelajar,” tambah Erdy.

Erdy berharap melalui gerakan ini bisa merubah mindset masyarakat khususnya anak-anak untuk membantu pencegahan kerusakan lingkungan dengan cara menabung dan berdonasi untuk mendukung komunitas pejuang-pejuang lingkungan. Menurutnya, perubahan mindset ini diharapkan dalam jangka panjang menjadi sebuah budaya di masyarakat.

“Langkahnya kita harus bersama-sama, tidak mungkin hanya satu SD atau satu sekolah dan satu komunitas. Makanya kami secara aktif akhirnya coba mengajak teman-teman komunitas untuk menyebarkan setidaknya kepada anggotanya dan keluarganya. Kami percaya pintu manapun yang bisa dibuka, kami ketuk satu persatu,” pungkasnya. (My)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *