by

Masyarakat Jangan Terpancing Disinformasi Berbagai Sosmed Mengenai Pemilu

-Politik-97 views

Jakarta, JNcom – Tenaga Ahli KPU Risyad mengatakan pada pemilu 2019 disinformasi marak dan masyarakat menggandrungi sosial media, ini menjadi konsen KPU.

“Ketika ada disinformasi dan lain sebagainya. Saya harap masyarakat tidak mudah terpancing, tapi lebih pada cobalah cek-cek fakta, coba cek ke media yang kredibel. KPU tidak akan menindak mereka para pelaku penyebar disinformasi karena ini adalah tugas Polisi, dan ada Undang-undang IT,” katanya usai diskusi Publik di Akmani Hotel Jakarta, Senin (28/11/2022).

Kalau KPU tidak dalam kapasitas untuk memindahkan dan sebagainya tetapi kesadaran masyarakat untuk turut serta melakukan tindakan preventif atau pencegahan yang dimaksud di undang-undang nomor 7 tentang pemilu itu adalah pendidikan politik yaitu menjadi tugas KPU.

Proses Pemilu hampir diseluruh dunia memiliki gaya saling menggembosi lawan politiknya menggunakan berbagai cara melalui sosial media. Menggembosi integritas lawan dengan berbagai berita Disinformasi.

Risyad menegaskan hal ini terjadi juga di Indonesia, proses perebutan kekuasaan dan sebagainya melalui proses yang sama.

Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa yaitu ingin ditekankan ke masyarakat supaya harapannya kalaupun ada informasi hoax dan sebagainya mereka tidak terlalu berpikiran pendek lagi. Dan juga tidak tidak termakan dan tidak mudah terbakar. Beragam informasi dapat di cek di platform KPU.

“Harapan ke depan semoga masyarakat dan juga lembaga Pemerintah seperti gayung bersambut dalam menyikapi beragam isu disinformasi ini,” tutupnya. (C.H.Butarbutar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed