by

Paguyuban Pimti Madya Berikan 65 Beasiswa Kepada Anak Nakes yang Gugur

-Nasional-142 views

Jakarta, JNcom – Dalam rangka memperingati hari Kartini tahun 2021, Paguyuban Pimti Madya Perempuan Indonesia bekerjasama dengan Bank Mandiri memberikan beasiswa kepada putera-puteri tenaga kesehatan (Nakes) yang telah gugur dalam menjalankan tugas menangani Covid-19. Pemberian beasiswa untuk 65 putera-puteri Nakes diberikan secara simbolis di Balai Diklat BPK RI, Selasa (30/3/2021).

Ketua Umum Paguyuban Pimti Madya Perempuan Indonesia, Dr. Sri Puguh Budi Utami mengatakan, Paguyuban Pimti Madya selama ini memberikan bantuan apabila ada musibah atau bencana alam seperti di Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Palu dan Nusa Tenggara Barat. Khusus hari ini ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi ini mengumpulkan donasi untuk diberikan kepada kelurga perawat korban Covid-19 berupa beasiswa untuk putera-puterinya.

“Bantuan yang tidak seberapa ini mudah-mudahan diterjemahkan sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan kami kepada orang tuanya serta memberikan semangat kepada putera-puteri yang ditinggalkan,” ujar Sri Puguh.

Dijelaskan Sri Puguh, jumlah 65 penerima beasiswa diperoleh dari hasil seleksi 282 calon penerima beasiswa berdasarkan urutan yang paling urgen. Bantuan beasiswa diberikan secara langsung dan ada yang disalurkan melalui simpanan pelajar (Simpel) Bank Mandiri.

Asisten Vice President Bank Mandiri, Diwangkoro mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 telah banyak tenaga kesehatan yang gugur. Beasiswa ini sebagai bentuk kepedulian Bank Mandiri untuk ikut berkontribusi memberikan apresiasi kepada Nakes yang telag gugur.

“Semoga bantuan beasiswa ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan Bank Mandiri berharap Putera-puteri dapat mewariskan sifat-sifat baik dari orang tua (Nakes) yang telah gugur dalam tugas mulia ini,” harapnya.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Harif Fadhillah, S.Pk, SH menilai, kegiatan kemanusiaan ini sangat bermanfaat. Menurutnya, beasiswa ini memang tidak bisa dinilai secara materi namun yang dinilai adalah perhatian atas dedikasi para Nakes yang menjadi garda terdepan dalam menangani Covid.

“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada warga kami. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal sholeh yang diperhitungkan. Ini merupakan momentum untuk terus memperjuangkan profesi perawat dan mengangkat harkat martabatnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Tigor Agustinus, suami dari Dina Mariana, perawat yang gugur pada Januari 2021 berharap dengan adanya beasiswa ini anaknya bisa tercapai cita-citanya dan dapat meneruskan keinginannya ibunya untuk menjadi seorang dokter. (red/Guffe)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed