by

Tahun 2021, Kombinasi TLD Akan Diberikan ke Penderita ODHA Baru

Jakarta, JNcom – Di tahun 2021, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) telah memulai penyediaan 20 jenis obat-obatan bagi penderita HIV dan infeksi penyakit menular secara bertahap. Sementara hingga saat ini stok obat tersebut masih menggunakan stok tahun 2020 untuk 3 bulan ke depan.

Untuk tahun ini juga Kemenkes memulai masa transisi penggunaan obat beralih dari kombinasi obat Tenofovir, Lamivudine Efavirenz (TLE) menjadi Tenofovir, Lamivudine dan Dolutegravir (TLD). Pemerintah mulai mendistribusikan penggunaan obat TLD ke seluruh provinsi di Indonesia.

Untuk diketahui, jenis yang paling direkomendasikan saat ini adalah antiretroviral (ARV) dengan kandungan regimen Tenofovir, Lamivudine Efavirenz (TLE) dan Tenofovir, Lamivudine dan Dolutegravir (TLD). ARV bekerja dengan menghilangkan unsur yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri dan mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4.

Bagi orang yang ODHA, meminum obat ARV itu sebenarnya menolong karena menambah kekebalan tubuh si penderita yang sebelumnya sudah turun sekali. Sementara untuk efek samping dari penggunaan obat ini sangat ringan seperti gejala mual.

Kemenkes setiap awal tahun selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selama masa pandemi, screening terhadap penderita tidak bisa dilakukan karena adanya pembatasan dan protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Terkait pemberian vaksin bagi penderita ODHA, dokter penyakit dalam tetap memberikan rekomendasi. (Barley)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed