by

Ditreskrimum Polda Metro Bantah Anggotanya Membackup Mafia Tanah

Jakarta, JNcom – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya membantah dugaan anggota Subdit Resmob membackup Mafia Tanah seperti yang diberitakan di beberapa media massa.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat didampingi Kabid Humas Polda Metro Kombes Yusri Yunus menjelaskan, selama ini anggotanya menangani kasus sengketa tanah dan mafia tanah sesuai prosedur. Tidak benar jika anggotanya terlibat dalam mafia tanah.

“Adanya empat tuduhan, Pertama itu adanya dugaan salah satu subdit (Resmob) membackup mafia tanah,” ujar Tubagus Ade, dalam keterangannya di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum PMJ, Senin (8/3/2021).

Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengklarifikasi hal tersebut adalah tidak bena. Menurutnya apa yang dilakukan anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya hanya melaksanakan Laporan Polisi tentang Pasal 167 KUHP dimana pihak kepolisian melakukan penindakan lanjutan terkait laporan untuk mengecek siapa yang berhak atas tanah tersebut.

“Tuduhan Kedua, Polda Metro Jaya dituduh telah menetapkan tersangka tanpa melalui penyelidikan. Ini pun jelas tidak benar, karena sebelumnya kami sudah melakukan gelar perkara dan ada dua bukti untuk dapat menetapkan tersangka,” ujarnya.

Pada tuduhan ketiga, lanjut Tubagus, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya diduga melakukan pemeriksaan terduga tersangka dalam kondisi sakit.

“Tentunya sakitnya ini harus diartikan secara jelas, yang bersangkutan memang tidak bisa dilakukan pemeriksaan,” ucapnya.

“Tuduhan tersebut jelas tidak berdasar, karena sekalipun sakit juga harus diuji terlebih dahulu ke Biddokkes agar dapat diketahui bisa atau tidak untuk pelaksanaan pemeriksaan,” imbuhnya.

Selanjutnya tuduhan ke-empat, Dir Reskrimun Tubagus menegaskan, terkait dengan penetapan tersangka menggunakan barang bukti palsu merupakan tuduhan yang sangat salah dan keliru.

“Penetapan tersangka menggunakan barang bukti palsu, ini jelas tidak benar. Bisa minta penjelasan langsung dan akan dijelaskan langsung oleh ATR/BPN karena produk bukti yang kita gunakan adalah milik ATR/BPN,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya diberitakan anggota subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya diduga membackup aksi mafia tanah dan bersekongkol dengan sindikat property , ahli waris kemudian melaporkan penyidik Resmob PMJ ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya.

Kasus mafia tanah tersebut terkait sengketa sebidang tanah seluas 7.999 meter persegi di daerah Kembangan, Jakarta Barat, berkisar sekitar Rp.100 Miliar.

“Mereka dari Subdit Resmob Polda Metro sudah mengambil alih lahan kita secara paksa dan sewenang-wenang. Katanya ada surat SK dari Menteri Pertanahan BPN untuk mengosongkan lahan tersebut dan status quo, tapi setelah dikosongkan langsung diserahkan ke pihak lain lawan kami yakni, PT Prolin ko moe Finance Indonesia. Kami menganggap tindakan polisi itu merupakan tindakan premanisme,” kata kuasa ahli waris, Charles Ingkiriwang saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/3/2021) kemarin.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed