by

Polisi Berhasil Amankan Pelaku Penjambretan Anak Kecil yang Viral di Medsos

Jakarta, JNcom – Tindakan penjambretan dengan kekerasan atas seorang anak sempat viral di medsos berhasil di ungkap Unit 2 Subdit 3 Polda Metro Jaya.

Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam konpers mengatakan, seperti viral di medsos penjambretan kalung emas seorang anak. Pelaku berhasil diamankan dengan perannya masing-masing.

Pelaku HIS perannya sebagai eksekutor dan H perannya sebagai Joki. Selama ini mereka selalu berdua terus melakukan aksi kejahatan ini, terkadang mereka saling bergantian peran dalam aksinya. Kedua pelaku ini memang spesialis jambret dengan menggunakan sepeda motor melihat sasarannya tapi spesialisnya anak-anak kecil yang ada di pinggir jalan sedang santai pada saat itu pengang HP atau mempergunakan barang-barang berharga dijadikan sasarannya.

Pelaku melakukan aksinya didaerah Depok maupun Jakarta Selatan. Hasil pengakuan awal, 2019 mengakui baru 10 kali aksi, 2020 melakukan aksinya 3 kali, kemudian 2021 aksinya berhasil diamankan. Bertempat di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum PMJ, Kamis (18/2/2021).

Kajadian yang viral tersebut terjadi di Jalan Kebagusan 3 Pasar Minggu Jakarta Selatan korbannya adalah anak kecil usianya 6 tahun yang pada saat itu, kedua palaku melakukan patroli mengelilingi dan melihat ada anak kecil dipinggir jalan yang kemudian menanyakan alamat kepada anak kecil sambil mantau apakah anak kecil tersebut memiliki barang berharga yang bisa diambil.

Melihat korban memakai kalung emas kemudian pelaku dengan menggunakan kekerasan berhasil merampas dan melarikan diri. Ini sempat viral di medsos dari CCTV yang ada.

Kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya dari Unit 2 Subdit 3 kemudian melakukan penyelidikan berdasarkan hasil adanya CCTV yang ada dan dikembangkan, berhasil mengamankan 2 pelaku dikontrakannya.

Barang bukti yang diamankan berupa motor dan pakaian yang digunakan, helm, tas dan barang bukti lain berdasarkan video yang beredar di media.

Polisi masih terus mengembangkan termasuk laporan-laporan Polisi dengan kemungkinan lain yang dilakukan para pelaku.

Para pelaku dipersangkakan pasal 365 subsider pasal 363 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Polisi masih mendalami terus dan mengharapkan masyarakat yang pernah menjadi korban atau anaknya yang menjadi korban rampasan pelaku karena pelaku spesialisnya adalah menjambret anak kecil dan tidak segan lakukan kekerasan untuk bisa merebut barang milik korbannya.

Perlu diketahui, Program 100 hari dan mulai hari ini di instruksikan Kapolri setiap melakukan rilis harus dengan menggunakan bahasa isyarat. Ini program yang harus dilakukan karena salah satu prioritas Kapolri adalah bagaimana kita mengadakan edukasi kepada masyarakat dengan cara memberikan rilis untuk saudara- saudara kita yang membutuhkan melalui bahasa isyarat harus ada.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed