by

Universitas Panca Sakti Mewisuda Sebanyak 799 Orang

-Nusantara-119 views

Bekasi, JNcom – Universitas Panca Sakti kembali mewisuda sebanyak 799 orang yang berasal dari 3 Fakultas dengan 9 Program Studi yaitu 1) Fakultas Ilmu Pendidikan, meliputi Program Sarjana, dengan Program Studi Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini; 2) Fakultas Sains dan Teknologi Meliputi Program Sarjana, dengan Program studi Teknologi Informasi dan Sistem Informasi, untuk Program Diploma, dengan program studi Manajemen Informatika dan Komputer Akuntansi; 3) Fakultas Ekonomi dan Bisnis meliputi Program sarjana dengan Program Studi Manajemen dan Akuntansi.

Rektor Universitas Panca Sakti, Zaharuddin SE. MM, Ph. dalam sambutannya mengatakan, wisuda kali ini mengambil tema “Transformasi Society 5.0 Melalui Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dimasa Pandemi COVID-19”. Berdasarkan riset World Economic Forum (WEF) 2020, terdapat 10 kemampuan utama yang paling dibutuhkan untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, yaitu bisa memecahkan masalah yang komplek, berpikir kritis, kreatif, kemampuan memanajemen manusia, bisa berkoordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, kemampuan menilai dan mengambil keputusan, berorientasi mengedepankan pelayanan, kemampuan negosiasi, serta fleksibilitas kognitif. Menurutnya, 10 Kemampuan ini juga relevan dalam menghadapi Society 5.0. “Society 5.0 dibuat sebagai solusi dari Revolusi 4.0 yang ditakutkan akan mendegradasi umat manusia dan karakter manusia.

“Di era Society 5.0 ini nilai karakter harus dikembangkan, empati dan toleransi harus dipupuk seiring dengan perkembangan kompetensi yang berfikir kritis, inovatif, dan kreatif. Society 5.0 bertujuan untuk mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik menjadi satu sehingga semua hal menjadi mudah dengan dilengkapi artificial intelegent,” pada Era Society 5.0 pekerjaan dan aktivitas manusia akan difokuskan pada Human-Centered yang berbasis pada teknologi. Namun, jika manusia tidak mengikuti perkembangan teknologi dan pengetahuan maka Society 5.0 masih sama saja dengan era disrupsi yang seperti pisau bermata dua. Pada satu sisi dapat menghilangkan lapangan kerja yang telah ada, namun juga mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Rektor.

Langkah yang seharusnya dilakukan dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia selain memperkuat kualitas pendidikan dan kompetensi bagi mahasiswa, campur tangan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Dalam menyiapkan SDM unggul dan bersaing di era Society 5.0 akan sulit jika hanya mengandalkan lembaga pendidikan saja. Elemen masyarakat dan pemangku kepentingan harus terlibat didalamnya mulai dari pemerintah pusat dan daerah, Industri, organisasi nirlaba, dan masyarakat.

“Sumber daya manusia (SDM) Indonesia harus meningkatkan kualitasnya dan selalu melakukan inovasi-inovasi sehingga melahirkan berbagai kreasi yang memberikan kontribusi bagi kemajuan lingkungan dan masyarakat umumnya. Saat ini inovasi adalah suatu keniscayaan, sehingga sering dikumandangkan adagium innovate or die,” tambahnya.

Inovasi dalam arti teknologi yang telah diwujudkan dalam bentuk kegiatan produktif yang dapat menciptakan lapangan kerja sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Society 5.0 merupakan A New Humanism yang menawarkan model baru untuk pemecahan persoalan sosial untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Era Society 5.0 dan pandemi Covid-19 juga menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk bisa bertahan, sehingga dari pemerintah sendiri memunculkan berbagai strategi dan metode sebagai respon atas kondisi itu sehingga alumni perguruan tinggi dituntut untuk dapat bersaing di dunia kerja yang senyatanya.

“Mahasiswa abad 21 harus dibekali dengan keahlian-keahlian tertentu yang dibagi menjadi 3 bagian yakni literasi dasar, kompetensi, dan karakter yang seluruhnya terdiri dari 16 keahlian,” program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka salah satunya memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk menambah keterampilan melalui 8 aktivitas. Hal ini mustahil diwujudkan tanpa pembangunan budaya mutu di perguruan tinggi. Mutu sendiri secara umum didefinisikan sebagai pemenuhan tuntutan standar; sesuatu disebut bermutu apabila memenuhi standar. Di era yang semakin kompetitif ini, keberlanjutan akan sangat ditentukan oleh mutu. Hal ini juga berlaku bagi perguruan tinggi,” jelasnya.

Rektor berpesan, untuk mempercepat proses belajar di masyarakat, sekaligus mengintegrasikan gerak langkah guna membawa nama baik Universitas Panca Sakti Bekasi, kami berharap wisudawan dapat bergabung dan aktif dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Panca Sakti Bekasi, demi terus menjaga kesinambungan tali silaturahmi antar alumni dan antara alumni dengan Universitas Panca Sakti Bekasi, serta dapat ikut memberikan sumbangsih untuk kemajuan almamaternya.

“Kami juga berharap kepada wisudawan untuk mendukung program Tracer Study Alumni Universitas Panca Sakti Bekasi melalui pengisian data di halaman tracer.panca-sakti.ac.id. Hal ini tidak lain sebagai upaya kami untuk mengetahui relevansi lulusan Universitas Panca Sakti Bekasi dalam dunia kerja, yakni kesesuaian antara proses pendidikan di Universitas Panca Sakti Bekasi dengan realitas di dunia kerja,” pungkasnya. (Amrul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed