by

Refleksi Industri Sawit 2020 dan Prospeknya Tahun Ini

Jakarta, JNcom – Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan, Kita menjual bio diesel didalam negeri dan luar Negeri itu more and less saja, intinya bio diesel ini adalah marketory sehingga pemerintah mendorong supaya marketoring bio dièsel Ini dipastikan berjalan dengan baik dari sisi pasokan bahan bakú dan pendanaan.

Menurutnya ini faktor pemerintah yang harus kita dukung. Ekspor yang anda tahu 70% surplus, ekspor menjadi perhatian penting karena ini justru yang akan mendukung trade balance Indonesia. Semangatnya kita penuhi dalam negeri cukup dan kita lakukan ekspor. Melalui webinar di Jakarta, Kamis sore (4/2/2021).

Lanjut joko, sebenarnya maintenance mengembangkan pasar ekspor tetap menjadi sesuatu yang harus terus di improve dari tahun ke tahun. Ini semangatnya seperti itu.

Dikatakannya, India memang ada kenaikan karena ada perubahan struktur. Dulu tidak ada kenaikan, sekarang di infuse ada agree chass sehingga ada kenaikan 5,75%. Ini bukan hal baru karena India selalu punya kepentingan bagaimana secara politik seolah-olah ingin memperjuangkan petaninya dan juga ingin supaya petani disana bisa mendapatkan benefit maksimal.

“Dengan kenaikan harga dipasar Internasional untuk sawit yang tinggi, India memberikan suku bunga supaya dapat memberikan insentif bagi petani dalam negeri. Poltik India sudah seperti itu, kita sudah terbiasa dengan perubahan bea masuk di India,” ucapnya.

“Di China, 2018 ada special case banyaknya babi yang mati sehingga kedelai impornya menurun dan sawit masuk 2019 sudah normal kembali,” ucapnya.

Lebih lanjut Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengungkapkan, Pemerintah coba menggunakan EU Asean Strategic Partnership untuk bargening terhadap trade dengan eropa hususnya palm oil. Sebenarnya kita mengambil inisiatif melalui Asean ini supaya tuntutan eropa terhadap palm oil itu jangan hanya untuk palm oil saja. Ditingkat working group Asean dengan mendorong Sustanable vegetable oil dan sustanablenya menggunakan platform SGD’s.

Ini merupakan kemajuan yang baik buat Indonesia karena Asean kompak karena kita negara Asean yang memiliki kepentingan sawit Indonesia, Malaysia, Thailand akan push Eropa jangan terlalu memaksakan. Dari segi politik baguslah supaya kita punya bargining yang lebih baik. Ekspor kita sudah melakukan disertifikasi untuk mengekspor ke 174 negara.

Produksi kelihatan baik tahun ini karena pengaruh pupuk dan iklim yang mendukung.

Kalau soal EU Asean sudah pada tahap kesepakatan bahwa kalau bicara sustanability itu tidak hanya sawit tetapapi juga harus vegetable oil. Sustanability yang disepakati platformnya adalah SGD’s. Dengan ekspor para pihak menghormati dengan sertifikasi masing-masing negara. Ini tetap akan berjalan, seperti biasa dan kita respect karena ini adalah ranahnya negara.

Soya dan CPO masih kita ikuti membentuk price game, Soya naik palm oli naik, soya turun palm oil turun. yang kita konsen disini sebenarnya adalah gap price game antara harga soya dan CPO karena terkadang gapnya itu menyempit dan terkadang melebar.

Misalnya kedelai panennya bagus, suplai meningkat biasanya terjadi gap menyempit yang patut diwaspadai karena kompetisi kita dengan soya itu menjadi makin tetap sementara soya tetap dipersepsi sebagai premium.

Indonesia dan Malaysia punya kepentingan besar terhadap sawit sehingga kedua negara punya kesepahaman bagaimana memperjuangkan sawit tersebut.

Saya lihat tahu ini produksi masih rendah dan biodiesel masih tancap gas

Suwandi menambahkan, Biodiesel B40 ini kita menghormati dan menghargai keputusan pemerintah, Ada alasan dan kajian mendalam yang sudah dilakukan pemerintah. Pastinya Kita semua optimis B40 ini menjadi rule map program pemerintah jangka panjang dan menengah.

“Tantangan B40 sebenarnya dari SDMnya belum selesai, tantangannya dari selisih harga dan masih perlu kajian yang lebih dalam lagi dari pengusaha, asosiasi dan pemerintah. kita lihat perkembangnnya dulu dan market ini sangat dinamis,” imbuhnya.

Gulat Manurung DPP Apkasindo mengatakan, berbicara harga TBS pada data 2 tahun kebelakang bahwa 2020 adalah kejadian luar biasa. Biasanya pasar saat menjelang hari raya besar harga sawit TBS anjlok dengan fluktuasi sampai 40% tetapi setelah 2019 Bapak Jokowi membuat program B30 itu merupakan kilometer nol perbaikan harga TBS dilevel petani.

Presiden Jokowi dalam pidatonya pada Agustus 2020 lalu menyampaikan, komitmen Indonesia untuk terus melaksanakan program biodiesel dalam negeri ikut mempertahankan tren naik harga minyak nabati.

Katanya Jan-Des 2020 harga TBS meningkat terus, ini kaitannya dengan adanya program biodieael B30. Petani pada generasi ini sudah pada mengerti bahwa konsekwensi dari pungutan ekapor yang dilakukan BPDPKS konsekwensinya memang ada yaitu harga TBS petani berkurang pada angka dimana pas Januari sudah USD225 per PCO itu harga TBS petani berkurang Rp.362 perkg. Bagi petani tidak masalah, kami give Rp.360 tapi harga TBS kami naik sampai Rp.1200 ini masih untung.

“Hubungannya disini adalah dengan adanya pungutan ekspor dikembalikan dalam hal menjaga kestabilan harga, stabilitas stok daripada CPO domestik khususnya akan memberlakukan hukum sub landing hukum ekonominy,” ujarnya.

“Jadi terjaga harga TBS Petani dengan lancarnya pemanfaatan CPO untuk Biodiesel yang sampai 297 juta ton ditahun 2020. Ini yang kami rasakan ada siginifikansi Antara B30 dengan naiknya harga TBS petani. Tidak pernah terjadi harga TBS tembus Rp.2000 tapi di tahun 2020 bisa kami merasakan sampai harga Rp.2380,” tandasnya.

Ini yang pertama kami ambil dari segi manfaat TBS, dan kaitannya pada pungutan ekspor. Banyak yang mengatakan pungutan ekapor tidak ada manfaatnya bagi petani. Dikatakannya, mungkin yang mengatakan nya bukan petani. Saya petani merasakan manfaatnya TBS nilaunya cantik terus apalagi kondisi pandemi yang menyebabkan semua sektor pada anjlok.

Petani sawit pada konteks harga TBS sangat memberikan harapan untuk kedepannya. Hubungan TBS tadi yang kita sebut dengan hubungan take and gift antara pungutan ekspor dengan harga TBS.

Rapolo Hutabarat menuturkan, terkait tujuan ekspor oil chemical 2020, negara tujuan utama kita adalah China 952.000 ton, Uni Eropa 428.000 ton, USA 218.000 ton, India 194.000 ton, Afrika 163.000 ton, Timur Tengah 110.000 ton, dan negara lain 656.000 ton. Untuk 2021 diperkirakan belum banyak berubah.

Mukti Sardjono Direktur Eksekutif GAPKI diwakili Togar mengatakan, untuk harga pada saat ini masih berkisar di USD1000 CPO/ton. Tahun ini harga akan menjadi lebih dinamis dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2020 kita melihat penurunan demand, 2021 kita lebih optimis demand akan kembali naik. Kita berdoa vaksin akan berhasil diperkirakan badan keuangan dunia pertumbuhan ekonomi dunia akan naik 5-6%.

“Demand akan kembali yang artinya kita akan berjualan lebih banyak ditambah dengan pemakaian dalam negeri B30 akan terjadi pengurangan stok level untuk Indonesia di akhir tahun 2021,” pungkasnya.

Saat ini saya memprediksikan di tingkat USD850 ke USD900 karena ini suatu negative news yang harus kita perhatikan Soya Bean di China dimana perekonomian China sudah mulai bergulir lebih dahulu dari negara lain. Kalo produksinya meningkat maka kebutuhan CPO juga akan meningkat.

Achmad Maulizal Sutawijaya mengatakan, sepanjang 2020 terlihat sekali gap antara harga soya dan minyak dunia yang cukup besar sehingga mendorong kita untuk melakukan tindakan antara lain sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.191 tentang perubahan PMK pungutan dari layananan UPPPD.

Kita coba membuat strategi bagaimana agar dapat memenuhi pendapatan kita dari biodiesel. Program mandatory juga menjaga kestabilan kelapa sawit.

Kita juga berharap terhadap perintah dengan program biodieselnya karena secara pendapatan dan efisiensi cost cukup besar bagi negara sambil melihat perkembangan harga minyak dan perkembangan lain.

Beberapa isu penting dan menjadi fokus kegiatan GAPKI tahun ini adalah Penerapan dan Pengawalan Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) dan Peraturan Perundangan turunannya; Penguatan penerapan Sustainability, melalui Percepatan dan Penyelesaian Sertifikat ISPO bagi anggota GAPKI; dan Penguatan Kemitraan untuk Peningkatan Percepatan Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat. (Guffe).

.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed