by

Kasus Asabri, LPSK Dorong Kejagung Rekomendasikan Pelaku untuk Jadi Justice Collaborator

-Nasional-55 views

Jakarta, JNcom – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan kerugian negara akibat dugaan korupsi di PT Asabri mencapai Rp23,73 triliun. Lembaga pimpinan ST Burhanuddin sudah menetapkan delapan orang tersangka.

Para tersangka itu adalah mantan Dirut Asabri periode 2011-2016 Adam Rachmat Damiri, mantan Dirut Asabri 2016-2020 Sonny Widjaja, mantan Direktur Keuangan Asabri 2008-2014 Bachtiar Effendi, dan mantan Direktur Asabri 2013-2014 dan 2015-2019 Hari Setiono.

Kemudian, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri 2012-2017 Ilham W Siregar, Direktur PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Dirut Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro, dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendorong Kejagung merekomendasikan pelaku yang bersedia untuk menjadi saksi pelaku atau justice collaborator (JC) pada kasus ini.

Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution mengatakan pihaknya akan melindungi saksi terkait perkara tindak pidana korupsi yang nilai kerugiannya ditaksir mencapai Rp23,73 triliun itu. “LPSK mendorong pihak Kejagung merekomendasikan sejumlah saksi yang memiliki keterangan penting untuk mengajukan permohonan kepada LPSK,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Jurnal Nusantara.com, Kamis (4/2/2021).

Dia berharap muncul JC dari kasus yang sedang mendapatkan sorotan masyarakat luas ini. LPSK akan berkoordinasi dengan pihak Kejagung mengenai perlindungan terhadap sejumlah saksi sambil memantau perkembangan kasus dugaan korupsi di PT Asabri.

“LPSK memiliki concern yang cukup besar dalam kasus ini mengingat nilai korupsi yang sangat fantastis. LPSK berharap skandal ini bisa terkuak seluruhnya,” tandasnya. (SR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed