by

Pengungkapan Kasus Pemalsuan surat Keterangan Hasil Swab PCR

Jakarta, JNcom – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jayam mengamankan 8 orang tersangka dalam kasus pemalsuan surat keterangan hasil Swab PCR dimana seorang tersangka masih dibawah umur.

Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan,
Ini kali ketiga mengamankan kasus ini dan terus melakukan pengejaran kepada para pelaku. Bulan lalu berhasil mengamankan 2 pelaku yang melakukan pemalsuan PCR dan juga SWAB Antigen yang ditawarkan melalui medsos. 2 Minggu lalu Bandara Soetta juga mengungkap satu kasus pemalsuan surat PCR dan juga Anitigen dari seseorang yang terorganisir dimana pelakunya juga orang dalam, juga tersangka lain dengan perannya masing-masing.

Dikatakan Yusri, yang perlu kami himbau disini mereka ini tak meyadari dengan mencari keuntungan tapi akibatnya yang sangat besar bahkan sempat terjadi adanya cluster aeroplane di pesawat. Dari pihak bandara dalam hal ini pemerintah sudah melakukan upaya dan cara setiap penerbangan dilakukan dengan test Swab Antigen atau PCR untuk menghindari terjadinya penyebaran Covid-19 didalan pesawat. Tetapi para onum tanpa disadari dari mencari keuntungan tersebut merugikan masyarakat. Rasa kasihan bagi yang sudah mengikuti aturan akhirnya turun dari pesawat maupun kereta api, yang terjadi adalah terjadi penyebaran didalamnya. Inilah yang harus kita lakukan penindakan secara tegas. Bertempat di ruang Satya Haprabu, Gedung Ditreskrimum PMJ, Senin (25/1/2021).

“8 orang yang diamankan ini dengan kerjaannya masing-masing bahkan tersangka ini memang kerjanya adalah sebagai pegawai di laboratorium dan klinik DS sehingga tersangka dengan mudah mengetahui dan mempunyai file pdf nya melakukan upaya dengan cara memalsukan data yang dikosongkan dan memasukkan nama siapa pemesannya,” ucap Yusri.

“Modus para tersangka dengan menawarkan di medsos bahkan door to door. Kecepatan para petugas dan berpatroli berhasil mengamankan 8 orang pelaku yaitu SRH yang menawarkan surat Swab Antigen tanpa memalui tes check up cukup dengan memberikan data pribadi dan akan keluar surat aspal hasil check up nya dengan di print out dan ada stempelnya,” ujar Yusri.

Lebih lanjut Yusri mengungkapkan, Hasilnya adalah No Reactive untuk bisa melakukan perjalanan baik melalui kereta api dengan Antigen maupun PCR juga penerbangan dengan pesawat. Rata- rata dijual Rp.75ribu hingga Rp.900ribu.

Tersangka RHM bersama sama SRH membuat hasil Swab Antigen palsu bahkan teman dekatnya ada. IS dan MA yang memesan ataupun membeli. SP yang menyuruh MA untuk memesan SWAB Antigen palsu. MA1 yang menyuruh Y membuat hasil Swab.

Kami petugas akan terus melakukan pengejaran, tolong disadari dampak perbuatan tersebut sangat besar. Permerintah akan terus melakukan upaya untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Yang dilakukan bukan untuk mempersulit masyarakat dengan aturan aturan yang diberikan, tetai masih ada saja oknum yang mencoba mencari keuntungan tanpa melihat akibat dari perbuatannya.

Dikatakan Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, sebenarnya yang diamankan 8 orang, seorang masih dibawah umur sehingga yang ditampilkan disini 7 orang tersangka.

Sudah ada tiga kali pengungkapan pemalsuan surat Covid-19 seperti dikatakan Yusri. Didalam KUHP pemalsuan dapat menimbulkan suatu hak. Haknya orang yang negatif karena tidak dilakukan prosedur pengambilan yang sebenarnya akhirnya diperlakukan orang tersebut penggunaanya sebaimana layaknya orang sehat.

Kalau hal ini dibiarkan secara terus menerus maka upaya pemerintah dibidang apapun dalam rangka menanggulangi Covid-19 akan terus.

Aturannya sudah benar, tata cara nya sudah benar. Terapj tata pelaksanaannya selalu diselewengkan maka yang terjadi penanggulangan Covid-19 tidak akan mencapai hasil yang optimal.

Itulah sebabnya, khusunya Polda Metro Jaya sangat memperhatikan terhadap penanggulangan Covid-19. Yang berbau Covid-19 ini dampaknya sangat luas dimana faktanya saat ini belum ada tanda-tanda terjadi penurunan.

Salah satunya kebijakan-kebijakan untuk mengantisipasi itu selalu di salah gunakan, makanya ini akan tetus terjadi hal-hal seperti ini.

Pada kesempatan ini, saya menghimbau jangan sampai ada lagi kasus seperti ini, siapa saja bukan hanya kepada para pelaku tetapi juga kepada para penggunanya juga disadari para pengguna surat ini.

Apa salahnya untuk lakukan tes yang sebenarnya bisa mendapatkan hasil positif ataupun negatif Covid-19 supaya perlakuan penanggulangannya bisa berjalan dengan baik dan ini akan terus terjadi.

Saya sekali lagi menghimbau, berhenti dan tannggulangi Covid-19 secara bersama Kondisi seperti ini akan terus kita lakukan penindakan kepada seluruhnya baik yang berniat melakukan pemalsuan ataupun yang menggunakan surat hasil tes palsu yang disebarkan melalui ofline maupun online .
Ini sudah ada delapan tersangka dan akan terus proses.

Upaya penegakan hukum merupakan bagian dari menertibkan masyarakat supaya tujuan dari pemerintah ini bisa berhasil guna dan tepat guna.

Dalam pasal 263 kita terapkan semua. Ayat 1 yang membuat, ayat 2 yang menggunakan. 8 tersangka ini kena baik yang membuat, menyuruh dan menggunakan surat palsu.

Upaya melakukan tracing terus dilakukan dan aman dilakukan pendalaman lebih lanjut bagi siapa saja yang sudah menggunakan hasil test Covid-19 palsu untuk melakukan perjalanan. Kita belum bisa pastikan apakah yang menggunakan ini benar-benar negatif ataupun tidak.

Para tersangka di ancam dengan hukum pidana penjara selama 6 tahun.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed