by

Efektivitas Program Vaksinasi Dalam Upaya Memutus Rantai Pandemi Covid-19

-Nasional-58 views

Jakarta, JNcom – Dekan Fakultas Kesehatan Unas), DR. Retno Widowati, DRA, MSI mengatakan, sejak pandemi covid 19 masuk ke Indonesia, masyarakat di ruang publik sudah mulai menjalankan prokes (3 M) di toko toko, restoran dan tempat lainnya. Namun demikian itu saja tidak cukup karena pandemi covid saat ini masih cukup tinggi dan merugikan masyarakat baik materiil maupun inmateriil.

“Keputusan pemerintah memberikan vaksin harus kita hargai, terima dan optimis, bahwa vaksin merupakan salah satu cara menyetop mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Pemerintah sudah maksimal, kita harus lakukan pada tugas masing-masing, Insya Allah program vaksinasi berjalan sukses sehingga pandemi Covid-19 dapat berlalu di negara kita,” ujar Retno dalam acara webinar mengenai vaksin dengan tema “Efektivitas Program Vaksinasi Dalam Upaya Memutus Rantai Pandemi Covid 19” yang diselenggarakan oleh Organisasi kepemudaan “Move Society”, Senin (25/1/2021).

Acara dipandu oleh moderator Salsya Putri Tel Aviv Nirahua, dengan narasumber, DR. Siti Nadia Tarmizi, M. EPID, Jubir Covid 19 Kemenkes RI/Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, DR. Retno Widowati, DRA, MSI(Dekan Fakultas Kesehatan Unas), Dr. Adriansyah Bahar, MKM (CEO Merial Helth). Hadir dalam acara tersebut, sekitar 85 mahasiwa antara lain dari Unas, UPN, Pamulang, Sulawesi Tenggara (Kolaka), Nganjuk (Jawa Timur), praktisi kesehatan, perawat, bidan, dan undangan mahasiswa lainnya.

Pada kesempatan tersebut, CEO Merial Health, Dr. Adriansyah Bahar, MKM, mengatakan, sejarah telah menyatakan bahwa vaksinasi efektif dalam memutus rantai pandemi. Oleh karenanya vaksinasi untuk Covid-19 bisa memutus rantai penyebaran covid 19 di Indonesia.

“Tentunya harus ada kolaborasi bersama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Indonesia. Pemerintah harus melakukan 3 T secara masif dan luas, dan pemerintah harus menyiapkan SDM, fasilitas kesehatan dalam menghadapi melonjaknya kasus naiknya covid 19 ini. Sementara elemen masyarakat harus disiplin dan konsisten dalam menjalankan Prokes, 3 M (Mencuci tangan, Menjaga Jarak dan emmakai masker) walaupun sulit namun harus dilakukan masyarakat, untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19. Vaksinasi salah satu ikhtiar mengakiri pandemi dengan patuh kepada prokes (3 M) dan 3T dari pemerintah,” urainya.

Sementara itu, Jubir Covid-19 Kemenkes RI/Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, DR. Siti Nadia Tarmizi, M. EPID mengungkapkan, vaksin merupakan salah satu sarana atau intervensi terhadap perkembangan dan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, karena Covid-19 belum ada obatnya.

“Vaksin tidak membuat sakit orang yang diberikan vaksin. Menghimbau kita semua sebagai agen perubahan, yaitu mahasiswa, masyarakat umum, dan elemen masyarakat lainnya, bersama sama bergandengan tangan untuk dapat keluar dari situasi yang sulit ini. Kita harus meyakinkan diri kita dan lingkungan kita bahwa vaksin aman. Vaksin akan melindungi diri kita dan keluarga dengan tetap menjalan kan protokol kesehatan,” pungkasnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed