by

Polda Metro Ungkap dan Tangkap Pemalsuan Surat Tes SWAB PCR

Jakarta, JNcom – Subdit IV Tipid Siber Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap 3 tersangka tindak pidana perubahan data dan atau manipulasi data melalui media elektronik dan atau pemalsuan surat keterangan telah menjalani tes Polymerase Chain Reaction atau PCR Swab.

Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, Rabu (30/12/2020) menangkap 3 tersangka sebagai pemilik atau yang menguasai akun Instagram @hanzdays dan @erlanggs serta orang yang pertama melakukan perubahan/ edit surat keterangan SWAB atau PCR Bumame Farmasi palsu. Ketiganya ditangkap terpisah adalah MHA, EAD dan MAIS. Main Hall Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kamis (7/1/2021).

“Para tersangka, MHA (21) pemilik akun Instagram @hanzdays, ditangkap di Bandung; EAD (22) pemilik akun Instagram @erlanggs, ditangkap di Bali; MAIS (21) orang yang pertama melakukan perubahan/ edit surat keterangan SWAB atau PCR Bumame Farmasi palsu, di tangkap di Jakarta,” ucap Kabid Humas Yusri.

Dikatakan Yusri, barang bukti yang diamankan: Dari tersangka MHA 1 HP berikut Simcard, Akun instagram @hanzdays, Akun email hunzdays.business@gmail.com, Akun icloud muhammadfarhanali889@gmail.com.
Dari tersangka EAD, 1 HP berikut Simcard,
1 laptop, Akun instagram @erlanggs, Akun email erlanggs@outlook.com, Akun icloud erlanggs@outlook.com.
Dari tersangka MAIS, 1 HP berikut Simcard, 1 Laptop, akun email bylysszz17@gmail.com, akun Instagram @adibilyy.

Operandinya, tersangka MHA mengunggah promosi pembuatan keterangan hasil pemeriksaan SWAB atau PCR tanpa harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan kata-kata promosi “Yang mau PCR cuma butuh KTP gausah SWAB beneran. 1 jam jadibisa dipake diselurih Indonesia gak cuma di Bali. Dan tanggalnya bisa pilih H-1/H-2 100% Lolos Testimoni. 30+” kemudian akun instagram @hanzdays juga mengunggah pengiriman file PDF hasil pemeriksaan SWAB atau PCR yang menampilkan 3 buah file dimana seluruhnya menggunakan logo dari Bumame Farmasi, dimana logo tersebut adalah logo perusahaan yang telah daftarkan sebagai merk dari perusahaan PT. Buduman Majumegah Farmasi.

Tersangka MHA melakukan unggahan tersebut dimana sebelumnya melihat adanya unggahan yang sama dari tersangka EAD dan tersangka MHA sudah meminta ijin terlebih dahulu untuk melakukan repost atau unggahan ulang pada akun Instagram @hanzdays.

Kronologisnya, Tersangka EAD mendapatkan file PDF surat keterangan pemeriksaan SWAB atau PCR Bumame Farmasi yang telah dipalsukan dari tersangka MAIS, dimana sebelumnya tersangka MAIS menawarkan “Wah Jualan PCR Seru Nih” kemudian ditanggapi oleh tersangka EAD dengan meminta file PDF surat keterangan pemeriksaan SWAB atau PCR Bumame Farmasi yang telah dipalsukan, kemudian melakukan promosi pada media sosial Instagram miliknya.

Tersangka MAIS melakukan perubahaan surat keterangan SWAB atau PCR Bumame Farmasi pada tanggal 23 Desember 2020 untuk digunakan dalam penerbangan ke Pulau Bali dengan melakukan perubahan 3 buah surat untuk 3 orang termasuk dirinya sendiri, dimana pada saat itu tersangka MAIS tidak melakukan pemeriksaan SWAB atau PCR yang sebenarnya dan dalam melakukan perubahan data surat keterangan SWAB atau PCR Bumame Farmasi tersangka MAIS
dibantu oleh temannya yang juga ikut dalam penerbangan ke Pulau Bali sedangkan untuk File PDF surat keterangan SWAB atau PCR Bumame Farmasi diperoleh dari temannya yang memang melakukan pemeriksaan pada Bumame Farmasi untuk keperluan penerbangan ke Bali.

Kronologisnya, pada 30 Desember 2020 terdapat unggahan yang kemudian viral dilakukan oleh akun Instagram @hanzdays dimana pada unggahan tersebut melakukan promosi pembuatan keterangan hasil pemeriksaan SWAB atau PCR tanpa harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan kata-kata promosi, kemudian akun instagram @hanzdays juga mengunggah pengiriman file PDF hasil pemeriksaan SWAB atau PCR yang menampilkan 3 buah file dimana seluruhnya menggunakan logo dari Bumame Farmasi, dimana logo tersebut adalah logo perusahaan yang telah daftarkan sebagai merk dari perusahaan PT. Budiman Majumegah Farmasi.

Para Tersangka di kenakan Pasal 32 jo Pasal 48 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan pidana
penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. Miliar. Pasal 35 jo Pasal 51 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp.12 Miliar. Pasal 263 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed