by

Kombes Pol Yusri: Mulai Senin Polda Metro Jaya dan Pangdam Jaya akan Berkantor di Polsek-polsek

Jakarta, JNcom – Covid-19 sudah semakin tinggi, terakhir kemrin sudah mencapai puncaknya se Indonesia sudah 8 ribu lebih. Jakarta ini yang tertinggi.

Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, beberapa upaya yang dilakukan dalam hal ini satgas baik Polda Metro Jaya, Pangdam Jaya, Pemprov DKI Jakarta bagaimana kita mensikapi mendisiplinkan masyarakat dalam hal 3M yaitu, Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Mejaga Jarak. Bahkan kita lakukan dengan operasi yustisi. Hari ini di Main Hall Polda Metro Jaya.

“Inovasi yang dilakukan satgas Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Pemprov DKI dengan membuat kampung tangguh ataupun RW tangguh, beberapa asrama tangguh, kantor tangguh. Ini upaya yang kita lakukan,” ucap Yusri.

“Sekarang ini akan ada wacana tanggal 11-25 Januari akan dilaksanakan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara serempak Jawa-Bali,” ujarnya.

“DKI Jakarta oleh Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Pemprov DKI akan menyikapi hal ini. Beberapa kampung tangguh sudah kita buat, kemudian Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) akan kita coba masuk ke paling bawah, mikro disini komunitas yang ada,” tutur Yusri.

“Mulai dari kampung tangguhnya, RW tangguhnya. Ada 55 RW di Jakarta masuk Zona Merah yang cukup tinggi,” imbuhnya.

Lebih jauh Yusri menuturkan, Kita akan berkolaborasi, akan kita fokuskan sekarang ini bagaiman cara mengupayakan supaya Covid-19 di DKI Jakarta ini bisa ditekan seminimal mungkin bahkan kalau perlu dihilangkan. Mudah-mudahan vaksininasi sudah bisa berjalan kedepannya.

Apa upaya yang dilakukan, kampung tangguhnya akan kita buat perketat lagi, RW tangguhnya akan kita buat perketat lagi.

Bahkan Kapolda Metro Jaya bersama
Pangdam Jaya sepakat mulai Senin nanti akan berkantor di Polsek-polsek dimana ada daerah-daerah yang memang RW jadi zona merah.

Kapolda akan berkantor di Polsek terdekat yang menjadi zona merah. Misalnya ada zona merah didaerah Cengkareng, Kapolda akan kesana dan berkantor disana akan melihat langsung.

Bapak Kapolda tadi sudah mengambil alih semuanya, Bapak Kapolres yang baru semuanya sudah disampaikan untuk tidak main-main dengan penyebaran Covid yang ada di DKI Jakarta.

Semua baru fokus mulai dari tingkat paling bawah, Babinkamtibmas dan Polsek bersama sama dengan Babinsa dan juga Koramil, Polres juga bekerjasama dengan Kodim.

Ini akan ditinjau langsung, ditunggui langsung oleh Bapak Kapold dan juga Pangdam Jaya.

Mudah-mudahan pada Minggu atau Senin ini sudah turun. Beliau mulai Senin sudah berkantor di Polsek-polsek sampai melihat langsung bagaimana Kapolres, Kapolsek, Dandim, Koramil ini bergerak menyadarkan masyarakat bahwa Covid ini memang sudah cukup rawan di DKI Jakarta ini.

Kami akan berupaya mendisiplinkan masyarakat dengan menggunakan kampung
tangguh yang ada.

Kabid Humas kembali menegaskan, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya mulai Senin akan turun langsung dan berkantor langsung di Polsek. Tunggui langsung kapolsek dan Kapolres untuk betul-betul bekerja berupaya untuk menurunkan Covid-19 di DKI Jakarta.

Pembuatan kampung tangguh ini dilihat dari zona yang ada. Zona merah masing-masing wilayah melaporkan zona merah yang ada di RW nya masing-masing. Di DKI Jakarta ini kampung tidak ada, adanya RW tangguh tapi kita namankan kampung tangguh jaya.

Masing-masing Polres, Polsek melaporkan daerah mana zona merah kemudian dibentuklah kampung tangguh atau RW tangguh.

Bapak Kapolri kemarin menyampaikan minimal dalam satu Polsek ada 2-3 RW tangguh segera dibentuk. 55 RW ini menurut hasil penelitian yang zona merah DKI Jakarta, sementara hukum Polda Metro Jaya masuk Bekasi, Depok, juga Tangerang san sekitanya nanti akan langaung terjun Bapak Kapolda untuk mengecek langsung.
dan berkantor langsung di Polsek.

Penindakan melalui operasi Yustisi akan dilakukan penindakan dengan tegas. Ada juga tim pemburu yang sudah dibentuk Kapolda Metro Jaya. Ini semua akan bekerja dengan masif.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed