by

Bang Azis, Penggagas Kampung Sukahati: Kedepannya Kabupaten Bogor Menjadi Pembibitan Alpukat

Cibinong, JNcom – Buah Alpukat yang kaya vitamin, rendah lemak dan enak rasanya ini dibudidayakan di Desa Sukahati Kel. Cibinong, Kab. Bogor Jawa Barat.

Abdul Aziz Lamajido kelahiran 7 Juni 1985 salah seorang petani millenial berbakat menggagas teman-temannya semangat bertani untuk merubah masa depan para petani

Saat dijumpai jurnalis JNcom, Abdul Aziz Lamajido yang akrab disapa Bang Azis mengatakan, 10-15 tahun lalu di desa Sukahati ini hanya ada beberapa pembibit ataupun petani yang masih menggunakan cara lama dalam bertani. Ketika teman-teman Karang Taruna, Kepemudaan dan unsur lainnya kemudian membentuk kelompok tani bekerjasama dengan pemerintah. Pemerintahpun merespon, meresmikan desa kami menjadi desa pembibitan.

“Berawal dari sinilah geliat para petani muda, petani millenial yang tadinya hanya ikuta-ikutan, cuma menjadi sampingan sekarang menjadi suatu hal yang menjadi prioritas mereka kerjakan,” ucapnya saat Bincang di area pembibitan pada hari ini.

“Alhamdulillah ini tahun keempat, teman-teman semua yang dikembangkan terutama varietas tanaman buah seperti alpukat, durian. Pada perjalannya pangsa pasar meminta pohon lainnya mau tidak mau kita siapkan,” ujar Bang Azis.

Lebih jauh Bang Azis mengungkapkan, Tahun 1998 lalu kita ketahui bersama terjadi krisis luar biasa, saya tahu usaha ini tidak akan goyah. Hanya pada Maret tahun lalu yang kita ketahui bersama krisis global dimana UMKM semua tumbang, malah di sektor ini tetap tumbuh dan berkembang.

Ketika ada Covid, disektor pertanian ada hal yang luar biasa dimana pemesanan pembibitan diwaktu itu 5 sampai 10 kali lipat dari harga dari bulan bulan diluar Covid.

Kalau dulu teman-teman menjadi petani itu malu, kalau sekarang kita bisa berbangga jadi Petani. Saya sekolah dan biaya lainnya pure anak dari seorang Petani. Dimana dulu orang tua seorang petani yang menggunakan cara lama.

Alhamdulillah aktifitas pertanian orang tua dapat kita teruskan dengan tambahan sentuhan millenial. Teman-teman pun yang masih menggunakan cara lama tidak aegan-segan kita bantu.

Pangsa pasarnya luas tak hanya sebatas satu kawasan, kita perkenalkan tekhnologi online perdagangan dan pemasaran seperti ini. Alhamdulillah mereka semua take and give. Insya Allah kita semua kompak, maju dan sukses bersama.

Disini tidak ada stok barang, kurang pemesanan total quantity disini minta berapa banyak ada. Semakin banyak teman-teman yang terlibat disektor pertanian ini terlebih di pembibitan alpukat, durian, jambu kristal, jeruk dan lainnya semakin banyak yang terlibat semakin cepat kita bisa bangkit.

Beberpa bulan terakhir ini kita belanja bareng untuk maju bareng. Kita tidak pengen teman-teman ini punya stok barang.

Ada dinas penyuluh Pertanian dari Dinas Bogor juga dari kita para petani, Alhamdulillah sesuatu yang berguna terus kami sampaikan. Petani berprestasi 2020 se Kabupaten Bogor, se Jawa Barat dari desa kami Sukahati.

Kedepannya desa kita menjadi kampung pembitan alpukat. Rencananya di pertigaan akan dibuat Tugu Alpukat. Ditingkat kelurahan sudah berlangsung penyemaian serta ada gambar kegiatan lainnya di kelurahan.

Saat itu 2017 ada Bupati berkunjung ke desa Sukahati menjadikan desa ini pembibitan Alpukat. Ada beberapa pohon Alpukat yang ditanam di kantor Bupati Bogor.

Ada 8 orang dengan bagiannya masing-masing. Pure di pengiriman, pelayanan dan lainnya. Untuk penyediaan barang dan lainnya kita punya petani muda dari teman-teman yang sudah selesai pendidikan dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ikut terlibat dan sudah bisa mandiri.

Awalannya kita dorong apa yang tidak bisa, kita tidak segan-segan lakukan pelatihan, bahkan beberapa kali ada kunjungan dari mahasiswa pertanian Universitas Pakuan beberapa tahun lalu melakukan penyemaian.

Kita mengajukan ke dinas pertanian untuk pelatihan yang lebih modern dan sudah di setujui dan di support banget untuk dilakukan pelatihan.

Dikatakannya jangan sampai desa Sukahati ini malu karena teman-teman dinas dan petani sejauh ini membangun desa Sukahati menjadi luar biasa. Sejauh ini dari dinas dan para petani luar biasa terkait support yang diberikan.

Untuk semua kebutuhan yang menjadi wajib diluar cost operational saya pribadi, satu bulan itu minimum nett Rp.16 Juta incomenya.

Awalnya saya gak mau terjun di pohon lain karena beberapa tahun lalu kita ketahui beberepa jenis tanaman sedang booming dan tinggi harganya, sekarang ini tanaman tersebut biasa-biasa saja. Tidak semua semua kita kesampingkan dan tinggalkan begitu saja karena permintaan pasti akan ada saja. Untuk sekala besar lagi-lagi tidak, karena tanaman tersebut ada masanya. Kita pure disini dibantu teman-teman karena tidak ada permintaan tanaman lainnya.

Desa sukahati disentralkan jadi desa pembibitan Alpukat, beberapa bulan sebelum Covid kita dan teman-teman sedang menggagas Bogor pusatnya buah alpukat. Buah Alpukat dari teman-teman yang kita ambil buahnya menjadi sentral di Kabupaten bogor. Alpukat Itu bampir matang sebelum Covid kemarin. Penggodogannya sudah hampir final

Sekarang desa Sukahati Alhamdulillah dengan kontribusi peran serta pemerintah dalam bentuk promo saja seperti Bupati meresmikan kampung kita Sukahati menjadi jargon kampung pembibitan memberikan keyakinan mencari alpukat di kampung Sukahati di pembibitan dengan varietas unggulan yang begitu banyak.

“Hasil dari kampung Sukahati sudah menembus di hampir semua propinsi,” tutupnya.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed