by

Menag: Perbedaan Diselesaikan dengan Dialog

-Nusantara-240 views

Jakarta, JNcom – Indonesia yang kita cintai ini berdiri sebagai kesepakatan antar kultur, antar budaya dan antar agama, abntar etnik, yang ada di Indonesi.

Jadi barang siapa ingin menghilangkan satu sama dengan yang lain atas dasar agama, maka artinya mereka tidak mengakui Indonesia. Mereka tidak memiliki rasa ke Indonesiaan.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama di hadapan hukum, apa pun kelompok dan golongannya. Perbedaan yang terjadi di antara kelompok tersebut termasuk dalam hal keagamaan harus dapat diselesaikan dengan dialog tanpa tindakan-tindakan yang melanggar hukum.

Penyataan disampaikan Menag dalam Webinar Silaturahmi Nasional Lintas Agama yang digelar Polda Metro Jaya. Dia mau Syiah, mau Ahmadiyah, mau NU, mau Muhammadiyah, mau siapa pun, di depan hukum itu sama. Oleh karena itu negara wajib melindungi mereka, anggota-anggota organisasi ini sebagai warga negara, bertempat di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Munggu (27/12/2020).

“Jika ada berbeda keyakinan, tidak boleh ada alasan kelompok yang paling besar mempersekusi, menghakimi sendiri kelompok yang lain. Ini sikap dasar pertama yang akan pemerintah pegang,” ujar Menag.

Menag mengungkapkan, dialog menjadi sikap dasar yang harus dipilih untuk mengatasi berbagai perbedaan-perbedaan yang terjadi, termasuk terkait hal keagamaan.

“Jika ada perbedaan pandangan, jika ada perbedaan keyakinan, jika ada perbedaan pendapat terkait hal-hal keagamaan, kita selesaikan dengan dialog. Kementerian Agama, dan Saya sebagai Menag siap memberikan fasilitas mereka untuk berdialog. Itu sikap dasar,” ujar Menag.

“Forum ini akan menjadi saksi dan mengawal, Saya akan pegang dua hal itu selama saya diberikan amanah sebagai Menteri Agama,” tutur Menag.

Webinar Nasional bertemakan “Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Kebhinekaan” menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu: Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Kapolda Metro Jaya M. Fadil Imran, dan Wakil Ketua MUI Marsyudi Syuhud.

Kegiatan tersebut juga dihadiri para tokoh lintas agama dari seluruh Indonesia, baik secara luring maupun daring.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed