by

Diduga Menipu, Polres Bandara Soetta Tangkap 5 Pelaku, Satu Masih Buron

Jakarta, JNcom – Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil mengungkap kasus penipuan dan atau penggelapan dan atau ITE yang merugikan dengan melibatkan tersangka warga negara asing. Kasatreskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander menjelaskan, modus operandi para tersangka adalah dengan memanfaatkan media sosial berhubungan/berkomunikasi dengan korban dengan rentang waktu hingga 2 bulan untuk mendapatkan kepercayaan dari korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Kapolres Bandara Soetta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra dalam jumpa pers di Mapolres Bandara Soetta, Kamis (17/12/2020) menjelaskan, kejadian berawal dari perkenalan korban Rafli Filano dengan Carlos Sanchez (CS) yang mengaku berdomisili di Los Angeles USA. Korban mendapat kabar CS telah landing di Bandara Soetta dengan membawa uang $300.000 dan mengatakan kepada korban bahwa uang tersebut tertahan di Bea Cukai Bandara Soetta yang pengurusannya membutuhkan biaya. Selanjutnya korban dibujuk oleh CS untuk membantu biaya clearance dan mentransfernya sebesar Rp.17.600.000 dengan iming-iming akan diberikan keuntungan lebih besar dari yang dikirimkan kepada CS. Naas, setelah uang ditransfer dan diajak bertemu di area Bandara Soetta, pertemuan tersebut tidak pernah terjadi.

Setelah mendapatkan laporan dari korban, Tim Garuda Polresta Bandara Soetta bergerak dan berhasil menangkap 5 orang tersangka yaitu IAI (WNA), ACN (WNA), CJU (WNA), LRD (WNI) dan EP (WNI) dengan peran yang berbeda. Sementara CS masih dalam pengejaran polisi. Dari para tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 7 buah HP, 16 buah ATM, 6 buku rekening, 14 kartu SIM Card, screenshot percakapan dan kalung emas hasil kejahatan.

“Otak pelaku (masih DPO) memprofiling korban-korbannya dan menyuruh para tersangka untuk mengeksekusi korban. Mereka cukup sabar untuk melakukan kejahatannya dengan membutuhkan waktu cukup lama. mereka adalah kelompok mafia spesialis,” ujar Yusri.

Para tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana tentang Penipuan dan atau Penggelapan, dan atau Pasal 28 ayat 1 UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp. 1 milyar.

Sementara itu, Kasie P2 Kantor Pelayanan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Budi Iswantoro menghimbau kepada masyarakat ketika akan melakukan transaksi di Bea Cukai perlu melakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Kami telah menerima sebanyak 2598 pengaduan. Dari laporan itu banyak masalah terkait hubungan asmara hingga tujuan berinvestasi. Perlu kami sampaikan bahwa jika ada pembayaran terhadap Bea Cukai harus dicek terlebih dahulu, semua yang ditransfer bukan kepada nama pribadi melainkan melalui institusi,” pungkas Budi. (my)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed