by

Hoaks dan Abainya Protokol Kesehatan Sebagai Penyakit Sosial

-Nasional-132 views

Depok, JNcom – Bertempat di lima provinsi yaitu Kalimantan Utara, Jambi, Sumatera Barat, Sulawesi Barat dan Bali, penerima hibah program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) DRPM UI melakukan kegiatan dengan semangat Tangkal Hoax, Menuju Masyarakat Bebas Corona. Kegiatan diikuti peserta yang terdiri atas aparatur desa, mahasiswa dan media. Kegiatan di lima kota ini, merupakan kegiatan pengmas DRPM UI, yang juga sudah dilakukan di lima provinsi lain pada tahun 2019 di Aceh, Riau, Medan, Yogyakarta dan Palu. Tim Pengmas Program Vokasi UI ini terdiri dari Devie Rahmawati, Deni Danial Kesa, Amelita Lusia dan Mila Viendyasari.

“Hoax sudah menjadi penyakit sosial dunia, bahkan sebelum terjadinya pandemi corona. Hadirnya berbagai hoaks seputar menyebarnya pandemi Covid-19 tentu saja tidak dapat dipandang sederhana. Informasi akan menggiring bukan hanya pikiran, namun juga pemahaman dan perilaku keseharian. Fleksibilitas terhadap protokol kesehatan, menjadi hal yang tidak dapat disepelekan. Fleksibilitas yang termanifestasi dalam perilaku yang cuek terhadap situasi pandemi. Ketika masyarakat termakan hoaks dan kemudian meyakini bahwa Covid-19 bukan penyakit yang nyata, maka, mereka akan berperilaku yang mengandung resiko seperti tidak menggunakan masker, tidak mencuci tangan serta abai untuk menjaga jarak,” ujar Devie Rahmawati

“Melakukan aktivitas di lima provinsi, sekaligus menjadi sarana kami untuk menangkap dinamika di setiap daerah semasa pandemi. Temuan kami menunjukkan bahwa masyarakat mengakui bahwa mereka sebagian dan tanpa sengaja mengkonsumsi informasi-informasi hoaks baik itu seputar politik hingga Covid. Tema hoaks yang paling sering hadir saat ini ialah mengenai cara pengobatan covid,” ujar Mila Viendyasari, anggota tim pengmas UI.

“Kami ingin membantu aparatur desa agar memiliki kepekaan terhadap informasi, berita dan isu yang beredar di masyarakat, apakah informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan atau tidak. Oleh karenanya kami memberikan 4 (empat) tema materi yaitu : melihat peta media, medsos dan kebiasaan masyarakat; ruang gema dan pasca kebenaran; hoaks dan kabut kebencian; mencari sumber informasi terpercaya dan mengecek hoaks,” seru Devie Rahmawati, Ketua Pengabdi Pengmas Vokasi UI.

“Sasaran kami kepada aparatur desa, kepolisian, TNI, mahasiswa dan media, karena posisi mereka di masyarakat yang dinilai sebagai patron, yang mampu menjadi rujukan, sumber informasi dan entitas yang dihormati oleh para klien (masyarakat) secara umum. Ini merupakan upaya kami, untuk melakukan akselerasi pemberdayaan masyarakat terhadap informasi yang benar dan akurat, tanpa harus mengumpulkan massa yang besar, namun melalui para tomas (tokoh masyarakat) serta toda (tokoh daerah),” tambah Mila Viendyasari, Dosen Vokasi UI.

“Aktivitas dilakukan secara luring, yang didukung penuh oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI, bersama – sama FKPT, Kampus dan Dinas Kominfo. Sebagian kegiatan dikemas dalam judul Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia (Ngopi Coi),“ tutup Devie. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed