by

Ahli Waris Melalui Kuasa Hukumnya Meminta Keadilan Atas Tanah Yang Diserobot

-Nusantara-65 views

Depok. JNcom – Tak terima hak ahli waris atas objek tanah yang diduga diserobot oleh Pemkot Depok sebagai tergugat beserta terkait Dinas Pendidikan Kota Depok, Kantor Desa Cimpaeun dan SMK 1 Depok. Pihak ahli waris meminta keadilan dan kebenaran, yang sebelumnya pernah diajukan penggugat.

Tergugat ahli waris adalah Guneng bin Maen mengajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap : 1. Pemerintah Kota Depok cg Kelurahan Cimpaeun yang beralamat di Jl. Raya Cibinong Tapos Kp. Cimpaeun, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat 16459; 2. Pemerintah Kota Depok cg Wali Kota Depok yang beralamat Ji, Margonda Raya Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431; 3. Pemerintah Kota Depok cg Dinas Pendidikan yang beralamat di Ji. Margonda Raya No. 54 Depok Pancoran Mas Kota Depok Jawa Barat 16431; 4. Pemerintah Kota Depok Cg SMK Negeri 1 Depok yang beralamat di Jl, Bhakti Suci No.100, Cimpaeun Kec. Tapos, Kota Depok, Jawa Barat 16459.

Melalui kantor Kuasa Hukum AMN & Partner yang diketuai Ade Muhammad Nur SH. MH. terus berupaya secara hukum untuk memberikan keadilan yang dicapainya.

Sidang kedua antara Ahli Waris Guneng Bin Maen kembali dilakukan di Pengadilan Negeri Depok Kamis Sore (19/11/2020) dengan agenda Mendengarkan kesaksian kedua belah pihak, baik penggugat maupun tergugat.

“Kuasa hukum Ahli Waris Evon Putri Susanti SH. Mkn. mengatakan, sebelum para penggugat melangkah kemateri gugatan, para penggugat perlu menerangkan dan menegaskan kedudukan hukum para penggugat dalam perkara ini.

“Agar Ketua Pengadilan Negeri Depok cg Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili serta memutuskan perkara agar mendapat gambaran yang jelas dan Terang mengenai perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para tergugat berdasarkan fakta- fakta hukum dari kejadian yang sebenarnya,” ujarnya.

“Dampak yang timbul akibat dari perbuatan Para Tergugat merupakan perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian bagi Para Penggugat,” ucapnya.

Adapun kerugian Para Penggugat akibat dari perbuatan Para Tergugat yang dimaksud adalah berupa kerugian materiil dan kerugian immateriil.

Pasal 1365 KUH Perdata: Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut.

Ketua Majelis Hakim Mengatakan, para penggugat harus dapat hadir untuk pemanggilan yang ketiga, adapun ini merupakan sah dalam upaya hukum penggugat.

Sidang hari ini di tunda oleh Majelis Hakim berhubung Para Tergugat tidak datang ataupun tidak hadir, maka Ketua Majelis Hakim Sidang di undur dan akan dilanjutkan tanggal 26 November 2020.

“Kasihan para Ahli Waris, mereka sudah tua, dan sangat berharap kepastian Hak nya semoga sidang selanjutnya Para Tergugat dapat hadir dalam persidangan agar keadilan dapat di tegakkan dengan sebenar- benarnya,” pungkas Evon Putri.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed