by

Pengungkapan Kasus Penganiayaan ataupun Percobaan Pembunuhan Calon Walikota Makassar 

Jakarta, JNcom – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya melaksanakan Konpers yang pimpin oleh Kabid Humas Polda Metro Irjen Pol. Yusri Yunus.

Yusri mengatakan, Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus yang viral di media. Ini adalah laporan dari adanya korban inisial MM dimana kejadiannya disekitar Palmerah tepatnya di depan Stasiun TV Kompas. Memang ada kegiatan calon Walikota Makassar kemudian terjadi pada pukul 18.40 tepatnya di Jalan Tentara Pelajar Jakarta Pusat. Bertempat di Ruang Satya Haprabu, Gedung Ditreskrimum PMJ, Jumat (13/11/2020).

“Berdasarkan hasil laporan kemudian tim Resmob Unit 3 bergerak untuk penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi dan CCTV yang ditemukan juga beberapa saksi di TKP,” ucap Yusri. Yusri mengatakan, Kemarin berhasil mengamankan 5 orang tersangka dan 2 orang masih DPO. Tersangka inisialnya F (40) perannya sebagai eksekutor melakukan penusukan kemudian melarikan diri menggunakan motor. MNM (50) perannya menyuruh melakukan eksekusi penusukan. S yang mengarahkan dan menyampaikan situasi kepada eksekutor bagaimana situasi di TKP saat itu kapan harus bergerak. AP perannya memantau situasi lapangan apa yangvdilihat akan disampaikan kepad F dan AR yang masih DPO. S atau AR yang memantau situasi dilapangan.

Lebih lanjut Yusri mengatakan, Kelima tersangka sudah kita amankan dan pengejaran 2 DPO inisial AR perannya mantau dilapangan dan JH sebagai jokinya.

Polisi meminta kepada dua tersangka DPO untuk memyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Mereka semuanya adalah satu tim.

Pada saat melakukan penangkapan, tersangka S dalam kondisi sakit bawaan dan dirujuk ke rumah sakit ybs ada penyakit jantung dan sesak nafas dirumah sakit meninggal dunia.

Para tersangka modusnya melakukan perencanaan untuk melakukan penikaman terhadap korban. Korban mengalami luka pada saat itu dan dilarikan kerumah sakit. Saat ini kondisinya sudah membaik.

Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, Dirkrimum Polda Metro Jaya menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang ada di Makassar. Korban awalnya melakukan perekaman video yang dianggap video tersebut melecehkan kepada seseorang yang tentunya dampak dari video tersebut mengakibatkan kemarahan bagi yang lain. kemudian dilakukan ada momentum melaksanakan debat di salah satu stasiun TV. Moment tersebut dilaksanakan kegiatan terjadi penusukan.

Pasal yang diterapkan Pasal 351, 355. Perbedaannya 351 dan 355 terletak disisi perencanaan sehingga para tersangka dituntut juga Pasal karena upayannya adalah penusukan yang merupakan rencana daripada pembunuhan juga diterapkan Pasal 340.

Para tersangka mendapatkan hadiah sebesar Rp.500Ribu sampai Rp.1,5 juta.

Ini juga himbauan potensi ini bisa terjadi di Pilkada yang ada di beberapa tempat dan sangat memungkinkan kegiatan itu juga dilakukan di Jakarta. Untuk itu para tim sukses pemenangan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi di Jakarta untuk sama sama mengingatkan tim suksesnya masing-masing.(Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed